- Home
-
- Luar Negeri
-
- Studi: Perubahan Iklim Pic...
Studi: Perubahan Iklim Picu Infeksi Serius di Wilayah Banjir
Selasa, 10 Feb 2026, 08:14 WIBSYDNEY - Penelitian baru memperingatkan bahwa meningkatnya jumlah badai dan banjir yang terkait dengan perubahan iklim meningkatkan risiko leptospirosis, infeksi serius pada manusia.
Penelitian yang dipimpin University of New England (UNE) Australia itu merekomendasikan dilakukannya pengujian terpadu terhadap masyarakat untuk mendeteksi infeksi zoonosis leptospirosis, peningkatan kewaspadaan di wilayah yang jauh di luar kawasan tropis di utara, serta penelitian lanjutan yang mendesak, demikian pernyataan UNE.
Disebutkan bahwa belum ada vaksin bagi manusia untuk leptospirosis, penyakit bakteri yang meningkat secara global akibat banjir dan cuaca hangat. Wabahnya pun semakin intensif di seluruh dunia, dengan subtipe Leptospira yang terus berkembang.
Pekerja pertanian, dokter hewan, petugas penanganan bangkai hewan, serta penggemar rekreasi air tawar menghadapi risiko tertinggi, menurut para penulis studi yang dipublikasikan dalam Australian and New Zealand Journal of Public Health (ANZJPH).
Penulis utama associate professor Jacqueline Epps, dokter umum pedesaan dari School of Rural Medicine UNE, mengatakan bahwa wabah kini muncul di berbagai wilayah Australia, terkait dengan peningkatan curah hujan, badai, banjir, dan suhu yang lebih hangat. Sebelumnya, wabah semacam ini jarang terjadi di luar zona kasus tinggi di Negara Bagian Queensland.
"Bakteri yang ditemukan dalam feses dan urine pembawa penyakit bertahan lebih lama di tanah dan lumpur yang kondisinya lebih lembap serta hangat. Banjir diduga membawa patogen infeksius dalam jarak jauh serta mencemari sumber air," ujar Epps, Senin (9/2).
Gejala leptospirosis menyerupai flu atau COVID-19, sehingga banyak kasus tidak terdiagnosis atau salah diagnosis, kata para peneliti, seraya menambahkan bahwa diagnosis dini yang akurat dapat mencegah memburuknya gejala yang dapat berujung pada perawatan intensif untuk kasus gagal organ, meningitis, atau kematian pada 10 persen kasus berat.
- Dampak Perubahan Iklim
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kolaborasi Erat, BI dan Pemprov DKI Dorong Film Jadi Sumber Ekonomi Baru Jakarta
-
Pemprov Jatim Targetkan Produksi Padi Naik hingga 5 Persen pada 2026
-
Nivea Men Luncurkan Deodoran Edisi Terbatas Kolaborasi dengan Real Madrid
-
Lampaui Pabrik AI Terisolasi, Akamai Inference Cloud Hadirkan Respon AI Real-Time
-
Musim Libur Imlek, Thailand Kebanjiran Wisatawan Asal Tiongkok
-
Hasil Liga Champions: Paris Saint-Germain Akan Menghadapi Arsenal di Final
-
Produksi Pangan Nasional Dinilai Jadi Penentu Stabilitas Ekonomi Indonesia hingga 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.