Menteri Kehutanan Tidak akan Beri Ampun kepada Pemburu Gajah Sumatra

Selasa, 10 Feb 2026, 16:57 WIB

JAKARTA - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akan terus menindak lanjuti kasus kematian gajah di Area areal konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Riau. Pihaknya menyatakan telah menghubungi langsung Kapolda Riau. 

"Aparat kepolisian bersama pihak Balai Konservasi kini telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi. Pesan saya sangat kuat dan jelas, kalau ketemu tidak akan kami beri ampun,” ujar Raja Juli di kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Senin (9/2).

Ket. Foto: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni — Sumber: Kemenhut

Ia berharap peristiwa ini menjadi kejadian terakhir pemburuan liar terhadap gajah di Indonesia. Pemerintah memastikan akan bekerja sama dengan kepolisian untuk mengungkap pelaku dan jaringan di balik pembunuhan tersebut.

"Tindakan mutilasi terhadap satwa dilindungi ini sebagai perbuatan sadis yang tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan. Tidak ada ampun bagi siapa pun yang melakukan pemburuan liar terhadap satwa langka di Indonesia, terutama gajah,” ujar dia.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan satwa dilindungi. Sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan tanpa kompromi.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya menyasar pelaku lapangan tetapi juga memastikan kepatuhan pengelola kawasan terhadap kewajiban perlindungan satwa.

“Kami memastikan proses hukum berjalan tuntas. Selain mengidentifikasi pelaku dan jaringannya, kami juga mendalami apakah kewajiban perlindungan hutan dan satwa liar di areal konsesi telah dijalankan,” ujar Dwi. ils/I-1

  • Menhut
  • Kematian Gajah tanpa Kepala

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.