- Home
-
- Luar Negeri
-
- Diculik Kartel Narkoba, 5 ...
Diculik Kartel Narkoba, 5 Pekerja Perusahaan Tambang Kanada Ditemukan Tewas di Meksiko
Selasa, 10 Feb 2026, 08:30 WIBMONTREAL - Jaksa Meksiko pada hari Senin (9/2) mengkonfirmasi kematian lima dari 10 karyawan perusahaan pertambangan Kanada yang diculik dua minggu lalu di negara bagian Sinaloa, Meksiko yang dilanda kekerasan.
Kantor kejaksaan agung mengatakan telah mengidentifikasi lima jenazah yang ditemukan di sebuah properti di kotamadya Concordia dan sedang berupaya mengidentifikasi "lima jenazah lagi."
Para pekerja, semuanya warga Meksiko, menurut media lokal, diculik pada 23 Januari dari proyek pertambangan perak milik perusahaan Vizsla Silver yang berbasis di Vancouver.
Vizsla Silver sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka "telah diberitahu oleh sejumlah keluarga bahwa kerabat mereka... telah ditemukan meninggal."
Mereka mengatakan sedang menunggu konfirmasi dari pihak berwenang Meksiko.
Presiden Vizsla, Michael Konnert, mengatakan perusahaan "sangat terpukul oleh hasil ini dan kehilangan nyawa yang tragis."
"Fokus kami tetap pada pemulihan yang aman bagi mereka yang masih hilang," tambahnya.
Kekerasan KartelÂ
Penculikan oleh kelompok bersenjata terlalu sering terjadi di Meksiko, di mana lebih dari 120.000 orang telah menghilang sejak tahun 1950-an, banyak di antaranya diculik dan dibunuh oleh kartel narkoba.
Namun, jarang sekali perusahaan internasional menjadi sasaran.
Menurut keluarga para pekerja, orang-orang bersenjata secara paksa membawa para pria tersebut dari sebuah kamp yang terletak di markas proyek Viszla di kota kecil Panuco di distrik Concordia.
Dua dari pria tersebut adalah insinyur dan satu lagi ahli geologi, menurut media lokal.
Concordia terletak di atas deposit perak, emas, timbal, dan seng, menjadikannya target bagi geng kejahatan terorganisir, yang mengambil keuntungan dengan melakukan penculikan dan pemerasan terhadap para pekerja.
Minggu lalu, pihak berwenang Meksiko meningkatkan pencarian terhadap para pria tersebut, mengerahkan lebih dari 1.000 petugas, tiga helikopter, dan dua pesawat.
Empat orang telah ditangkap sehubungan dengan kasus ini.
Negara bagian Sinaloa sedang dilanda peningkatan kekerasan yang disebabkan oleh perebutan kekuasaan di dalam kartel Sinaloa yang berpengaruh.
Pertempuran antar faksi telah menyebabkan lebih dari 1.700 orang tewas dan hampir 2.000 orang hilang hanya dalam waktu lebih dari satu tahun.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.