BMKG Deteksi 228 Titik Panas di Riau: Bengkalis Terbanyak, BPBD Minta Status Siaga Karhutla
Selasa, 10 Feb 2026, 19:59 WIBPEKANBARU -Â Provinsi Riau kini berada dalam bayang-bayang ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mengkhawatirkan menyusul terdeteksinya lonjakan drastis 228 titik panas di wilayah tersebut. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru hingga Selasa (10/2) sore, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah yang paling terdampak dengan temuan 118 titik panas.Â
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Putri Santy S menyampaikan selain Kabupaten Bengkalis sebaran titik panas ada di Bengkalis (75), Inderagiri Hilir (17), Kota Dumai (9), Siak (6), Kepulauan Meranti (2), dan Rokan Hilir (1).
"Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga pukul 16.00 WIB, Selasa," katanya di Pekanbaru, Selasa.
Di Pulau Sumatera terdeteksi 306 titik panas dengan Provinsi Riau paling banyak, disusul Kepulauan Bangka Belitung (25), Aceh (16), Sumatera Utara (16), Kepulauan Riau (11), Sumatera Barat (5), Jambi (3), dan Sumatera Selatan (1).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat sudah ada 10 kabupaten/kota di provinsi setempat yang terjadi karhutla pada awal 2026 dengan luasan 182,76 hektare
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau Jim Gafur mengatakan 10 daerah yang sudah terjadi karhutla tersebut, yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Inhil, Kuantan Singingi (Kuansing), Kota Dumai, dan Pekanbaru.
Karhutla di Kota Dumai hingga saat ini tercatat seluas 19,52 ha, Bengkalis 65,51 ha, Kepulauan Meranti 7,90 ha, Siak 9,55 ha, Pekanbaru 11,58 ha, Kampar 8,50 ha, Pelalawan 21 ha, Inhu 1,20 ha, Inhil 36,50 ha, dan Kuansing 1,50 ha.
Berdasarkan rincian luasan tersebut ditemukan 848 titik panas dengan jumlah titik api 79 lokasi.
Oleh karena itu, BPBD Damkar Riau meminta BPBD kabupaten/kota di provinsi itu untuk menetapkan status siaga darurat karhutla.
Tolong buatkan beberapa alternatif judul yang lebih berani serta mengandung Clickbait, dan menarik pembaca, jugajudul yang dramatis & emosional dan disukai Google (SEO-friendly). Tolong juga buatkan meta description biar lebih optimal di Google Searchtag yang dengan di bawah 160 karakter. Dan buatkan tag huruf kecil, yang ramah SEO, dan disukai Google, tdak duplikat. Dan tolong buatkan Lead berita ala Kompas yang lebih mengalir, singkat, dan tetap SEO-friendly dan disukai Google.
- karhutla riau
- titik panas riau
- bmkg pekanbaru
- kebakaran hutan bengkalis
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.