UMKM dan Ekraf Berperan Penting Kenaikan PAD

Senin, 09 Feb 2026, 04:10 WIB

TANGERANG - Sektor UMKM dan ekonomi kreatif harus terus dibina karena keberadaan mereka memperkuat dan menaikkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Saat ini, perolehan PAD rata-rata ditopang UMKM dan ekonomi kreatif. Jika dikelola dengan baik, sektor ini dapat meningkatkan pendapatan dan memajukan,” kata anggota DPRD Kota Tangerang, Pontjo Prayogo, Minggu (8/2).

Ket. Foto: Peserta mengikuti pelatihan melukis baju menggunakan cairan pemutih pakaian di Rumah Kreatif Cibodas, Kota Tangerang, Banten — Sumber: ANTARA/Putra M. Akbar

Menurut Pontjo, sektor ekonomi kreatif (ekraf) memiliki peluang besar di pariwisata dan destinasi hiburan lainnya. Banyak yang bisa dikolaborasikan oleh industri kreatif dengan pelaku usaha, agar berdampak pada PAD.

“Di era digital yang berkembang pesat seperti sekarang, ekraf nberpeluang besar untuk berkembang dengan sangat baik,” katanya.

Pontjo juga menekankan kepada industri kreatif untuk menciptakan terobosan sendiri agar memiliki identitas dan ciri khas pada usahanya. Pontjo berharap dengan adanya pengembangan dan peningkatan kualitas dalam UMKM dan ekraf, Peningkatan PAD bisa berjalan. Dengan demikian, program meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang bisa terwujud.

“Meski bisa melakukan metode amati, tiru dan modifikasi, harus tetap miliki terobosan agar bisa lebih berkembang,” ujarnya.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menambahkan, dalam APBD 2026 yang telah disepakati bersama sebesar 5,13 triliun. Ini terdiri atas PAD 3,20 triliun dan Pendapatan Transfer 1,92 triliun. Sedangkan Belanja Daerah sebesar 5,53 triliun. Pemerintah Kota Tangerang juga terus mendorong transformasi digital dalam layanan pajak dan retribusi daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, yakin melalui optimalisasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) guna menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat akan perperan penting dalam meningkatkan ekonomi warga.

“Penguatan sistem pelayanan berbasis digital tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga memberikan kemudahan, kecepatan, serta kepastian layanan kepada masyarakat sebagai wajib pajak,” ujarnya.

Aset Pasar

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang, telah mengajukan permohonan percepatan penyerahan hibah aset Pasar Anyar dari Kementerian PU ke daerah. Harapannya, agar pasar dapat dikelola dengan baik dan dimanfaatkan secara maksimal. Asda II bidang perekonomian Kota Tangerang, Ruta Ireng, menjelaskan, pengajuan dilakukan Perumda Pasar Kota Tangerang kepada Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Banten untuk diteruskan kepada Kementerian PU.

Penyerahan aset ini, lanjut Ruta, sangat penting agar Pemkot Tangerang dapat mengelola secara penuh. Apalagi, Pasar Anyar adalah jantung perputaran ekonomi Tangerang sehingga harus difungsikan secara maksimal. “Kita berharap semua administrasi bisa selesai pada triwulan pertama tahun ini agar bisa lakukan perencanaan dan pengelolaan lebih maksimal,” ujarnya.

Perlu diketahui Pasar Anyar sebelumnya dilakukan revitalisasi oleh Kementerian PU dan masuk dalam proyek strategi nasional. Pasar Anyar terdiri dari tiga lantai yang dibangun di atas lahan seluas 24.680 meter persegi serta mampu menampung 1.676 kios dan los.

  • Ekonomi Kreatif

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.