• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Penyebab Galaksi Andromeda...

Penyebab Galaksi Andromeda Mendekati Bima Sakti Ditemukan

Senin, 09 Feb 2026, 06:44 WIB

UMUMNYA, sebagian besar galaksi di alam semesta saling menjauh akibat perluasan ruang angkasa. Namun, ada pengecualian yang menarik: Galaksi Andromeda justru sedang bergerak mendekati Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 68 mil per detik.

Selama bertahun-tahun, para astronom telah mengamati pergerakan Andromeda yang tidak biasa ini. Fenomena tersebut membingungkan karena tampak bertentangan dengan Hukum Hubble, yang menyatakan bahwa galaksi-galaksi seharusnya saling menjauh seiring mengembangnya alam semesta.

Ket. Foto: Pada usia 3,75 miliar tahun, Andromeda dan Bima Sakti bersiap untuk tabrakan pertama mereka. — Sumber: NASA

Hukum Hubble dicetuskan oleh astronom Edwin Hubble pada 1929. Ia menemukan bahwa galaksi-galaksi di sekitar pengamat bergerak menjauh dengan kecepatan yang sebanding dengan jaraknya. Temuan ini menjadi dasar pemahaman bahwa alam semesta terus mengembang, sehingga secara umum galaksi-galaksi tidak saling mendekat.

Namun, sebuah studi terobosan yang diterbitkan dalam Nature Astronomy akhirnya memberikan penjelasan atas teka-teki kosmik tersebut. Penelitian ini mengungkap bahwa gerakan Andromeda yang tidak lazim dapat dijelaskan oleh pengaruh gravitasi dari lembaran materi gelap yang luas dan relatif datar, yang mengelilingi Bima Sakti dan Andromeda.

Materi gelap—yang membentuk sebagian besar massa alam semesta—memberikan tarikan gravitasi kuat pada galaksi-galaksi di Grup Lokal, termasuk Bima Sakti dan Andromeda. Studi ini menunjukkan bahwa materi gelap tidak terdistribusi secara merata di ruang angkasa, melainkan membentuk struktur datar yang membentang hingga puluhan juta tahun cahaya.

“Gerakan galaksi-galaksi terdekat yang diamati dan massa gabungan Bima Sakti serta Galaksi Andromeda hanya dapat dijelaskan dengan baik jika distribusi massanya berbentuk ‘datar’ seperti ini,” tulis para peneliti dalam pernyataan mereka.

Temuan ini menawarkan cara baru untuk memahami dinamika galaksi di lingkungan kosmik terdekat kita, sekaligus memberikan wawasan tentang bagaimana materi gelap memengaruhi pergerakan galaksi.

Mengapa Andromeda ­Bergerak Mendekati Kita?

Pergerakan Andromeda menuju Bima Sakti dipengaruhi langsung oleh tarikan gravitasi lembaran materi gelap datar yang masif tersebut. Gaya gravitasi dari struktur ini memengaruhi lintasan galaksi-galaksi di sekitarnya, menyebabkan perilaku yang berbeda dibandingkan galaksi-galaksi yang berada lebih jauh.

Salah satu penulis studi, Simon White, menjelaskan, “Galaksi-galaksi yang lebih dekat dari sekitar 8 juta tahun cahaya bergerak menjauh dari kita lebih lambat daripada yang diprediksi oleh Hukum Hubble, sementara galaksi-galaksi yang lebih jauh justru menjauh lebih cepat dari prediksi tersebut.”

Jika massa materi gelap dan materi tampak di sekitar Bima Sakti dan Andromeda terdistribusi dalam bentuk yang lebih bulat, gaya gravitasinya akan bekerja secara berbeda. Dalam skenario tersebut, galaksi-galaksi di wilayah ini akan mengalami perlambatan gerak yang lebih seragam, bukan penyimpangan seperti yang diamati saat ini.

Sebaliknya, distribusi massa yang datar menciptakan dinamika unik. Struktur ini melawan sebagian tarikan gravitasi Bima Sakti dan Andromeda, sehingga mendorong beberapa galaksi terdekat menjauh, sementara Andromeda justru tertarik ke arah Bima Sakti. Kondisi inilah yang menjelaskan mengapa galaksi spiral raksasa terdekat kita itu berada di jalur tabrakan dengan galaksi kita sendiri.

Ruang Kosong Kosmik

Studi ini juga menyoroti peran penting ruang kosong kosmik—wilayah luas di alam semesta yang hampir tidak mengandung galaksi. Ruang-ruang kosong ini mengembang lebih cepat dibandingkan wilayah dengan kepadatan materi rata-rata, sehingga menyebabkan materi dan gravitasi terkonsentrasi di “dinding-dinding” kosmik di sekelilingnya.

Para peneliti menemukan bahwa dinding kosmik, yang kaya akan galaksi dan materi gelap, memainkan peran kunci dalam membentuk pergerakan galaksi di Grup Lokal.

“Akibatnya, wilayah-wilayah ini mengembang lebih cepat daripada rata-rata, dan materinya terdorong ke luar,” kata White.

Seiring waktu, wilayah dengan kepadatan materi rendah telah memusatkan sebagian besar massanya ke dalam dinding-dinding kosmik tersebut. Struktur inilah yang kini berperan penting dalam mengatur dinamika galaksi seperti Andromeda dan Bima Sakti.

Model baru pergerakan galaksi ini menandai kemajuan besar dalam pemahaman kita tentang alam semesta. Dengan memperhitungkan efek gravitasi materi gelap secara lebih realistis, studi ini menyempurnakan model kosmologi yang ada dan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang dinamika kosmik pada skala besar.

Simulasi yang digunakan dalam penelitian ini juga memungkinkan para astronom menguji prediksi mereka terhadap pengamatan nyata. Hasilnya menunjukkan bahwa distribusi massa di sekitar Grup Lokal konsisten dengan pergerakan galaksi-galaksi di wilayah tersebut. hay

  • Galaksi Andromeda

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.