Okupansi Mal DKI Tembus 99 Persen, Sekda Uus: Ekonomi Jakarta Tetap Solid di 2026

Senin, 09 Feb 2026, 11:50 WIB

JAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menilai kondisi perekonomian Jakarta tetap berada dalam tren positif. Hal tersebut tercermin dari tingginya tingkat okupansi pusat perbelanjaan di Ibu Kota.

Uus menyampaikan, tingkat keterisian tenant di Emporium Pluit Mall mencapai 99,46 persen. Angka tersebut dinilai menunjukkan kuatnya daya beli masyarakat Jakarta.

Ket. Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menilai kondisi perekonomian Jakarta tetap berada dalam tren positif. Hal tersebut tercermin dari tingginya tingkat okupansi pusat perbelanjaan di Ibu Kota. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator penting stabilitas ekonomi daerah. Aktivitas sektor ritel disebut masih bergerak aktif di tengah tantangan ekonomi nasional.

"Untuk Emporium Pluit Mall yang kita hadiri hari ini, tingkat okupansinya mencapai 99,46 persen," ujar Uus.

"Ini menunjukkan perekonomian Jakarta berada dalam kondisi yang sangat baik," lanjutnya.

Uus menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jakarta tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Sinergi tersebut dinilai mampu menjaga iklim usaha tetap kondusif.

Ia mengakui bahwa perekonomian nasional masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, Jakarta dinilai mampu menjaga performa ekonomi di atas rata-rata.

"Secara nasional memang ada tantangan, tetapi perkembangan ekonomi Jakarta justru melampaui sejumlah prediksi," katanya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut Uus, akan terus mendorong kebijakan yang mendukung dunia usaha. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Ia menegaskan, stabilitas ekonomi daerah menjadi fondasi utama pembangunan Jakarta. Sektor perdagangan dan jasa dinilai masih menjadi penggerak utama ekonomi kota.

Sementara itu, Ketua APPBI DKI Jakarta, Mualim Wijoyo, mengatakan tingginya okupansi pusat perbelanjaan menjadi sinyal positif bagi industri ritel. Momentum Imlek dinilai turut berkontribusi pada peningkatan aktivitas belanja.

Menurut Mualim, perayaan Imlek yang berdekatan dengan bulan Ramadan memberikan efek berganda. Kondisi tersebut dinilai strategis untuk menjaga perputaran ekonomi di awal tahun.

"Momentum Imlek dan Ramadan ini sangat penting bagi sektor ritel," ujar Mualim.

Ia menambahkan, pusat perbelanjaan terus beradaptasi menghadapi perubahan pola konsumsi masyarakat. Berbagai kegiatan tematik digelar untuk menjaga minat pengunjung.

Pembukaan Jakarta Lunar New Year Festival 2026 di Emporium Pluit Mall juga menjadi penanda kuatnya fungsi pusat belanja sebagai penggerak ekonomi. Aktivitas publik dinilai tetap tinggi di kawasan tersebut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta dan perwakilan pengelola pusat perbelanjaan. Emporium Pluit Mall disebut menjadi salah satu pusat ritel dengan performa terbaik di Jakarta Utara.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.