Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo Klaim Pupuk Kini Tepat Sasaran dan Terjangkau, Stok Beras RI Tertinggi Sepanjang Sejarah

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 19:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prabowo Klaim Pupuk Kini Tepat Sasaran dan Terjangkau, Stok Beras RI Tertinggi Sepanjang Sejarah Doc: Antara
Ket. Presiden Prabowo Subianto Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama melalui siaran Sekretariat Presiden di Jakarta, Minggu (8/2).

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah berhasil menjamin ketersediaan pupuk bagi petani secara adil, cukup, dan dengan harga yang lebih terjangkau sejak awal masa pemerintahannya.

Dalam Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama melalui siaran Sekretariat Presiden di Jakarta, Minggu (8/2), Presiden Prabowo mengatakan bahwa kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

"Saya sudah buktikan, pemerintah sudah buktikan begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani dengan adil dan dengan cukup dan dengan harga yang kita turunkan," kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengungkapkan capaian bersejarah di sektor pangan, yakni cadangan beras nasional yang kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Menurutnya, stok beras yang tersimpan di gudang-gudang pemerintah menunjukkan keberhasilan pengelolaan pangan nasional.

Ia menegaskan bahwa sejak 31 Desember 2025, Indonesia telah mencapai swasembada beras. Selain itu, pemerintah optimistis dalam waktu dekat Indonesia juga akan mencapai swasembada jagung.

"Insya Allah dalam 3 tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya," ujarnya.

Kepala Negara menambahkan, pemerintah juga bertekad menurunkan harga pangan agar lebih terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan produksi dalam negeri serta distribusi pangan yang lebih efisien.

Selain penguatan produksi, Prabowo memaparkan capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dalam kurun waktu kurang dari satu setengah tahun. Penerima manfaat tersebut mencakup anak-anak, ibu-ibu, dan lanjut usia.

Pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat program tersebut meningkat menjadi 82,3 juta orang sebelum akhir tahun 2026.

"Kita sudah bisa memberi makan kepada 60 juta anak-anak, ibu-ibu dan orang-orang tua dan insya Allah sebelum akhir tahun 2026 ini, kita akan sampai 82,3 juta yang berhak," imbuh Presiden Prabowo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Timnas Italia Bangkit, Takl...
Megapolitan
Jakarta Diprediksi Cerah Be...
Olahraga
Indonesia Imbang Lawan Mala...

Penataan dan Penertiban Kabel Utilitas di Jakarta

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan dan Penertiban Kab...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.