Jumlah Penduduk Miskin di Perdesaan Kepulauan Riau Alami Kenaikan, meski di Perkotaan Turun

Jumat, 06 Feb 2026, 07:25 WIB

TANJUNGPINANG - BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada September 2025 turun sebanyak 2,7 ribu orang dibandingkan Maret 2025 yaitu dari 117,28 ribu orang (4,44 persen) menjadi 114,55 ribu orang (4,26 persen).

Berdasarkan daerah tempat tinggal, menurut BPS Kepri, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami penurunan dari 101,34 ribu pada Maret 2025, menjadi 94,77 ribu pada September 2025.

Ket. Foto: Nelayan di Kepri — Sumber: antara foto

"Kondisi berbeda dialami daerah perdesaan yang justru mengalami kenaikan penduduk miskin, yakni dari 15,94 ribu pada Maret 2025 menjadi 19,79 ribu pada September 2025," kata Kepala BPS Kepri Toto Haryanto Silitonga di kantornya, Kamis (5/2).

Toto menjelaskan penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK).

Menurutnya, GK di Kepri menunjukkan kenaikan sebesar 4,60 persen yaitu dari Rp832.410 per kapita per bulan pada Maret 2025, menjadi Rp870.738 per kapita per bulan pada September 2025.

Komoditi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan di perkotaan pada September 2025 yaitu beras sebesar 14,00 persen, kemudian diikuti komoditi rokok kretek filter sebesar 12,60 persen, dan daging ayam ras sebesar 5,56 persen.

Sementara untuk wilayah perdesaan, rokok kretek filter dan beras memberikan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan, masing-masing sebesar 18,21 persen dan 16,71 persen.

"Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan," ungkapnya.

Sementara Wakil Gubernur (Wagub) Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan penurunan penduduk miskin tahun 2025 menjadi modal besar untuk mengejar target penurunan kemiskinan pada 2026.

Dia mengatakan Pemprov Kepri telah menetapkan arah kebijakan yang lebih terukur dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, dengan target menurunkan persentase penduduk miskin menjadi 4,14 persen.

Untuk mencapai sasaran tersebut, kata dia, dua strategi besar yang harus diperkuat pemerintah provinsi bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Kepri, yakni pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin melalui berbagai program jaring pengaman sosial yang tepat sasaran dan ditopang oleh integrasi data.

Selain itu peningkatan kapabilitas dan pendapatan masyarakat melalui program pemberdayaan, pelatihan keterampilan, perluasan akses modal, hingga penciptaan lapangan kerja.

Ia pun memberikan penekanan khusus pada pentingnya data yang akurat dan terbarukan.

Seluruh program harus berbasis pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah disinkronkan dengan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

“Tanpa data yang valid, program kita tidak akan efektif,” katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.