Gubernur Pramono Beberkan Kunci Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen Melampaui Nasional

Jumat, 06 Feb 2026, 14:15 WIB

JAKARTA - Perekonomian DKI Jakarta menunjukkan kinerja solid sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,11 persen.

Kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional tetap dominan. Sepanjang 2025, Jakarta menyumbang 16,61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Ket. Foto: Perekonomian DKI Jakarta menunjukkan kinerja solid sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,11 persen. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh elemen kota. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat disebut berperan aktif menjaga stabilitas ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi Jakarta yang melampaui rata-rata nasional adalah buah dari kolaborasi," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2).

Ia menambahkan, pemerintah daerah berupaya menjaga iklim usaha tetap kondusif. Di saat yang sama, pelaku usaha terus menciptakan nilai tambah dan masyarakat tetap aktif dalam aktivitas ekonomi.

Sepanjang 2025, hampir seluruh lapangan usaha di Jakarta mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan 9,33 persen.

Sektor Transportasi dan Pergudangan tumbuh 8,69 persen. Sementara itu, sektor Jasa Lainnya mencatat pertumbuhan 8,46 persen.

BPS menilai kinerja tersebut mencerminkan pemulihan kuat sektor berbasis mobilitas dan konsumsi masyarakat. Pariwisata dan aktivitas ekonomi perkotaan kembali menjadi motor pertumbuhan.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi Jakarta. Kontribusinya mencapai 62,80 persen terhadap total perekonomian daerah.

Selain konsumsi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menyumbang 33,79 persen. Konsumsi pemerintah tercatat berkontribusi sebesar 13,20 persen.

Struktur ini menunjukkan pentingnya menjaga daya beli masyarakat. Investasi juga dinilai menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Momentum pertumbuhan ekonomi menguat pada Triwulan IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi Jakarta tumbuh 5,71 persen secara tahunan.

Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 8,40 persen pada triwulan tersebut. Jasa Lainnya tumbuh 8,32 persen, sedangkan Jasa Perusahaan mencapai 8,11 persen.

Menurut Pramono, penguatan ekonomi di akhir tahun tidak terlepas dari kebijakan stimulus yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta. Stimulus diarahkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan menjaga lapangan kerja.

"Kami sengaja mendorong stimulus di periode akhir tahun, bukan hanya untuk mengejar angka pertumbuhan," kata Pramono.

Pemprov DKI Jakarta juga memberikan insentif pajak untuk menjaga iklim usaha. Keringanan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) diberikan kepada sektor makanan, minuman, dan perhotelan.

Insentif berupa pengurangan pajak sebesar 50 persen diberikan pada Agustus–September 2025. Sementara pada Oktober–Desember 2025, keringanan diberikan sebesar 20 persen.

Kebijakan yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 722 Tahun 2025 tersebut mencatatkan total keringanan pajak sebesar Rp495 miliar. Sebanyak 45.248 objek pajak tercatat menikmati kebijakan tersebut.

Pemprov DKI Jakarta juga membebaskan pajak reklame di pusat perbelanjaan dan hotel melalui program Jakarta Festive Wonders. Kebijakan ini terbukti tidak menghambat penerimaan daerah.

Realisasi pajak reklame justru tumbuh 8,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya. PBJT Makanan dan Minuman meningkat 7,73 persen, sementara PBJT Jasa Perhotelan naik 9,18 persen dibandingkan November 2025.

Selama periode Natal dan Tahun Baru, kunjungan ke pusat perbelanjaan meningkat sekitar 20 persen. Tingkat okupansi hotel juga naik dari 85 persen menjadi 90 persen.

Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kebijakan fiskal akan diarahkan agar manfaat pertumbuhan dirasakan seluruh warga.

"Pertumbuhan ekonomi harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Jakarta," pungkas Pramono.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.