Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Purbaya: Penerimaan Negara Januari 2026 Capai Rp172,7 Triliun, Pajak Tumbuh 30,8 Persen

📅 Rabu, 04 Feb 2026, 18:38 WIB | Oleh:
Menkeu Purbaya: Penerimaan Negara Januari 2026 Capai Rp172,7 Triliun, Pajak Tumbuh 30,8 Persen Doc: ANTARA/Imamatul Silfia
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama jajarannya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (4/2).

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kinerja positif pendapatan negara pada pembukaan tahun anggaran 2026. Hingga 31 Januari 2026, realisasi penerimaan negara tercatat menyentuh angka Rp 172,7 triliun atau tumbuh signifikan sebesar 9,8 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Capaian ini menjadi sinyal kuat mulai pulihnya aktivitas ekonomi domestik, yang secara langsung berdampak pada meroketnya setoran pajak di tengah fluktuasi harga komoditas global.

“Alhamdulillah, hingga 31 Januari 2026, realisasi penerimaan negara mencapai Rp172,7 triliun atau tumbuh sebesar 9,8 persen secara tahunan,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu.

Realisasi penerimaan per Januari itu setara dengan 5,5 persen target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.

Purbaya menjelaskan kinerja penerimaan utamanya ditopang oleh penerimaan pajak yang tumbuh tinggi mencapai 30,8 persen, dengan nilai sebesar Rp116,2 triliun.

Penerimaan pajak telah mencapai 4,9 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.

“Pertumbuhan tersebut berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7 persen, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23 persen, sehingga seluruh jenis pajak mencatat pertumbuhan neto positif,” ujar Purbaya.

Sementara itu, penerimaan bea dan cukai mengalami kontraksi sebesar 14 persen. Nilai realisasi penerimaan bea dan cukai tercatat sebesar Rp22,6 triliun atau setara 6,7 persen dari target Rp336 triliun.

Menurut Menkeu, penurunan itu dipengaruhi oleh lonjakan impor dengan tarif 2 persen sebesar 29 persen.

Selain itu, pelambatan juga disebabkan oleh turunnya harga minyak kelapa sawit (CPO) dari 1.059 dolar AS per metrik ton menjadi 916 dolar AS per metrik ton atau terkoreksi 13,5 persen.

Lebih lanjut, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga melemah dengan pertumbuhan negatif 19,7 persen.

Kontraksi ini disebabkan oleh tidak berulangnya setoran dividen perbankan sebesar Rp10 triliun pada tahun sebelumnya.

“Gambaran penerimaan pajak bulan Januari ini menunjukkan bahwa kelihatannya betul-betul kembalikan arah ekonomi sedang terjadi, sehingga pendapatan pajaknya tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu,” tutur Purbaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.