Program Gentengisasi Dikebut, Menkeu Pastikan Dana di Bawah Rp1 T
Selasa, 03 Feb 2026, 18:05 WIBJAKARTA â Program gentengisasi merupakan intervensi kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hunian sekaligus aspek kesehatan dan ketahanan sosial masyarakat.
Dengan mengganti atap rumah yang tidak layakâseperti asbes atau bahan rapuhâmenjadi genteng yang lebih kuat dan aman, program ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga mengurangi risiko kesehatan dan kerentanan terhadap cuaca ekstrem.
Dari sisi ekonomi lokal, gentengisasi berpotensi menggerakkan rantai produksi dan tenaga kerja setempat.
Namun, efektivitas program sangat bergantung pada ketepatan sasaran, kualitas material, serta keberlanjutan pendanaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan jangka panjang, bukan sekadar perbaikan simbolik.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan anggaran program gentengisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto tak melebihi Rp1 triliun.
âGentengisasi enggak sampai Rp1 triliun,â kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/2).
Menkeu menjelaskan anggaran gentengisasi atau penggantian atap seng menjadi genteng tidak membutuhkan anggaran besar. Sebab, program tersebut hanya menyasar rumah yang menggunakan atap seng, yang berarti tak semua rumah termasuk dalam sasaran program.
Oleh sebab itu, menurut dia, anggaran program gentengisasi masih terkendali.
âYang diganti yang pakai seng, paling hanya berapa puluh persen. Jadi harusnya angkanya lebih kecil. Ini kan masih hitungan kasar sekali, bisa dikendalikan angkanya,â kata Purbaya menjelaskan.
Sementara itu, terkait sumber pendanaan, bendahara negara menyebut masih ada ruang cadangan fiskal yang bisa digunakan untuk mendanai program, misalnya cadangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
âAda kemungkinan dari situ (MBG). Ada kemungkinan dari tempat lain,â katanya menambahkan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginginkan adanya gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau gentengisasi sebagai bagian dari upaya memperindah wajah Indonesia.
Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2), Presiden mengatakan bahwa penggunaan atap seng masih banyak mendominasi rumah-rumah di Indonesia.
Menurut dia, hal itu tidak hanya membuat lingkungan terlihat kurang indah, tetapi juga berdampak pada kenyamanan penghuni rumah karena cenderung panas dan mudah berkarat.
"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia," ujar Prabowo.
Merespons itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih merumuskan skema pendanaan program tersebut bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Ia menjelaskan pelaksanaan program gentengisasi itu tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut dia, pemerintah menginginkan agar pihak perorangan ataupun swasta turut serta dalam program tersebut.
Selain menyiapkan skema pendanaan, pemerintah juga tengah membahas aspek teknis pelaksanaan program, termasuk pengembangan teknologi produksi genteng dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan di lapangan.
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
- program gentengisasi
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menko PMK Dorong Percepatan Transformasi Nasional demi Tingkatkan Kualitas SDM
-
Tiongkok Ekspansi Pembangunan Bandara di Kawasan Teluk Besar
-
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Harga BBM, Anggaran Subsidi Aman
-
Raker Komisi XI DPR RI Bersama Menteri Keuangan Republik Indonesia
-
Dua Orang Tewas akibat Minibus Tabrak 4 Motor di Pantai Indah Kapuk
-
Menteri Keuangan hadiri simposium SMI 2026
-
Truk Sapi Rem Blong di Nagreg, 1 Pemudik Tewas!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.