Atasi Banjir Jakarta, Gubernur Pramono Tinjau Polder Daan Mogot Berkapasitas 11,5 m3/Detik

Selasa, 03 Feb 2026, 12:15 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan sistem polder dan rumah pompa Daan Mogot di Jakarta Barat, Selasa (3/2). Proyek ini menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI dalam memperkuat pengendalian banjir di kawasan rawan genangan.

Pramono menyebut pembangunan infrastruktur ini ditargetkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Pemerintah ingin memastikan sistem yang dibangun benar-benar berfungsi optimal saat hujan berintensitas tinggi.

Ket. Foto: Pembangunan polder dilakukan di empat titik sepanjang Jalan Daan Mogot yang berada di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Pembangunan sistem polder dan rumah pompa di Daan Mogot merupakan langkah konkret kami dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi. Kami ingin memastikan sistem yang dibangun benar-benar berfungsi optimal dan berdampak langsung pada pengurangan genangan," ujar Pramono.

Pembangunan dilakukan di empat titik sepanjang Jalan Daan Mogot yang berada di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng. Wilayah ini selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan saat hujan deras.

Pramono menjelaskan area sisi utara Jalan Daan Mogot menjadi prioritas penanganan karena sering terdampak genangan. Fokus pembangunan diarahkan untuk melindungi permukiman warga dan menjaga kelancaran aktivitas transportasi.

"Wilayah di sepanjang Jalan Daan Mogot, khususnya sisi utara jalan, menjadi prioritas karena sering mengalami genangan. Oleh karena itu, pembangunan rumah pompa dan saluran pendukung difokuskan untuk melindungi permukiman warga serta infrastruktur di kawasan ini," jelasnya.

Pemprov DKI menyiapkan total kapasitas pompa sebesar 11,5 meter kubik per detik. Kapasitas ini berasal dari Pompa Depag, Pompa Daan Mogot KM 13, Pompa Daan Mogot KM 13A, dan Pompa Daan Mogot KM 13B.

Menurut Pramono, kapasitas tersebut dirancang untuk mempercepat pembuangan air saat hujan ekstrem. Sistem ini diharapkan mampu mempercepat surutnya genangan dan menekan potensi banjir di wilayah sekitar.

"Dengan kapasitas total 11,5 meter kubik per detik, kami berharap air dapat segera dipompa keluar saat terjadi hujan lebat. Kapasitas ini dirancang untuk mempercepat surutnya genangan dan mengurangi risiko banjir di kawasan sekitarnya," tambahnya.

Selain rumah pompa, Pemprov DKI juga membangun saluran pendukung untuk mengoptimalkan kinerja sistem polder. Infrastruktur tersebut mencakup Saluran Gendong sisi utara dan selatan masing-masing sepanjang sekitar dua kilometer serta saluran penyeberangan di Jalan Raya Daan Mogot.

Pramono menyebut sistem aliran terintegrasi menjadi kunci dalam mempercepat pengaliran air menuju rumah pompa. Dengan jaringan yang saling terhubung, penanganan titik genangan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

"Saluran pendukung ini berperan penting dalam mengarahkan aliran air menuju rumah pompa. Dengan sistem aliran yang saling terhubung dan terintegrasi, air dari titik-titik genangan dapat ditangani secara lebih cepat dan efisien," ungkap Pramono.

Pembangunan sistem polder ini juga ditargetkan mengurangi beban debit air pada Sistem Polder Cengkareng dan Polder Kapuk Poglar. Dengan begitu, kapasitas tampungan di dua sistem tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Pemprov DKI juga menargetkan penyelesaian proyek yang sempat tertunda sejak 2022. Penataan kawasan Daan Mogot KM 13 turut menjadi bagian dari agenda penanganan banjir jangka menengah.

"Kami berharap, melalui penanganan ini, persoalan banjir di kawasan Daan Mogot KM 13 dapat teratasi. Kehadiran Pompa Daan Mogot diharapkan mampu mengurangi tekanan pada polder lain sehingga penanganan banjir di Jakarta Barat menjadi lebih efektif," pungkas Pramono.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.