Rupiah Hari Ini Melemah Dibayangi Manuver Presiden Trump dalam Suksesi The Fed
Senin, 02 Feb 2026, 17:47 WIBJAKARTA â Pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir turut dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global, khususnya terkait proses nominasi calon Ketua Federal Reserve (The Fed) oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Isu ini menjadi sorotan pelaku pasar karena Ketua The Fed memiliki peran krusial dalam menentukan arah kebijakan moneter AS, yang berdampak langsung pada pergerakan dolar AS dan arus modal global.
Pasar cenderung bersikap wait and see terhadap sosok yang akan dipilih Trump, mengingat potensi pergeseran sikap The Fed terhadap suku bunga, inflasi, dan stabilitas keuangan.
Kekhawatiran bahwa calon yang diusulkan dapat lebih dovish atau justru politis memicu volatilitas di pasar keuangan global. Kondisi tersebut mendorong penguatan dolar AS sebagai aset aman, sekaligus menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Di sisi lain, ketidakpastian kebijakan moneter AS ini memperbesar risiko capital outflow dari pasar keuangan domestik.
Investor asing cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko sambil menunggu kejelasan arah kebijakan The Fed ke depan. Tekanan eksternal ini membuat ruang penguatan rupiah menjadi terbatas, meskipun faktor fundamental domestik relatif terjaga.
Ke depan, pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada kejelasan proses nominasi dan sinyal kebijakan yang disampaikan calon Ketua The Fed tersebut.
Selama ketidakpastian masih tinggi, rupiah berpotensi tetap bergerak dalam tekanan dengan volatilitas yang cenderung meningkat, seiring kuatnya pengaruh sentimen global terhadap pasar keuangan domestik.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin (2/2), bergerak melemah 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.798 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.786 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi nominasi calon Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump.
âTrump menominasikan mantan Gubernur Fed Kevin Warsh sebagai pilihannya untuk menggantikan ketua petahana Jerome Powell di pucuk pimpinan bank sentral,â kata Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Mengutip Anadolu, Trump telah mengumumkan bahwa dirinya memilih mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell sebagai Ketua Bank Sentral AS yang akan berakhir masa jabatannya pada bulan Mei 2026.
Meskipun sebelumnya dikenal sebagai pendukung inflasi yang ketat, Warsh baru-baru ini berpihak pada Trump dengan secara terbuka menganjurkan suku bunga lebih rendah.
Trump sendiri sudah berulang kali mengatakan akan menunjuk seorang Ketua Fed yang mendukung suku bunga lebih rendah.
Dengan suku bunga saat ini antara 3,5-3,75 persen, Trump berpendapat bahwa AS harus memiliki suku bunga terendah di dunia dan menyerukan penurunan hingga 1 persen.
âWarsh sebagian besar dianggap setuju dengan seruan Trump untuk menurunkan suku bunga secara tajam. Namun, ia juga dipandang kritis terhadap aktivitas pembelian aset Fed, yang menunjukkan bahwa kebijakan moneter jangka panjang di bawah Warsh mungkin tidak selunak yang diantisipasi pasar pada awalnya,â ungkap Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.800 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.796 per dolar AS.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pasar Jaya Kerahkan 33 Truk Angkut Sampah di Pasar Induk Kramat Jati
-
Persis Keluar dari Zona Degradasi Setelah Menang 3-0 atas Bali United
-
Cari Informasi Lebih Cepat Tanpa Pindah Aplikasi lewat Circle to Search
-
Pertamina Tambah 9 Juta Tabung Elpiji 3 Kg di Jateng-DIY
-
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Berkala Kebijakan Penahanan Harga BBM
-
Pemkot Tangerang Larang ASN Keluar Kota saat "WFA"
-
Akses Tani Kini Mulus, TMMD Kutai Barat Sukses Tembus Jalan 3.500 Meter dalam 30 Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.