Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Junta Panggil PNS Pembangkang untuk Kembali Bekerja

📅 Senin, 02 Feb 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Junta Panggil PNS Pembangkang untuk Kembali Bekerja Doc: AFP/ANTHONY WALLACE
Ket. Seorang pria berjalan melewati Mandalay Palace pada 25 Januari lalu. Pada Minggu (1/2), junta Myanmar menyerukan kepada mantan PNS yang membangkang kudeta untuk kembali bekerja.

YANGON - Junta yang berkuasa di Myanmar pada Minggu (1/2) menyerukan kepada mantan pegawai negeri sipil (PNS) yang mengundurkan diri sebagai protes atas kudeta lima tahun lalu, untuk kembali bekerja dan berjanji akan menghapus pegawai negeri yang membangkang itu dari daftar hitam.

Setelah militer merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1 Februari 2021, puluhan ribu pekerja publik, termasuk dokter dan administrator pemerintah, meninggalkan pos mereka dalam gelombang pembangkangan sipil.

Sebagian mendapatkan pekerjaan swasta, sementara yang lain bergabung dengan pemberontak prodemokrasi yang menentang militer dalam perang saudara yang telah menewaskan puluhan ribu orang di semua pihak.

Pekan lalu, junta menyelesaikan pemilihan yang berlangsung selama sebulan yang mereka gembar-gemborkan sebagai kembalinya pemerintahan sipil. Namun partai promiliter yang dominan meraih kemenangan telak dalam pemilu yang menurut pengawas demokrasi dipenuhi dengan sekutu militer untuk memperpanjang cengkeramannya pada kekuasaan.

Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional junta mengatakan bahwa pegawai negeri sipil yang meninggalkan tempat kerja mereka tanpa izin karena berbagai alasan sejak Februari 2021, harus melapor dan menghubungi kantor departemen mereka sebelumnya.

"Setelah verifikasi, karyawan yang terbukti tidak melakukan pelanggaran apapun, serta mereka yang telah melakukan pelanggaran tetapi telah menjalani hukumannya dan namanya masih tercantum dalam daftar hitam, akan dihapus dari daftar hitam," kata dewan tersebut dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di surat kabar milik pemerintah, Global New Light of Myanmar.

Setelah kudeta, di mana militer menggulingkan pemerintahan terpilih yang dipimpin oleh tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi, puluhan ribu pekerja publik yang mogok bergabung dengan "Gerakan Pembangkangan Sipil" sebagai bentuk protes.

Junta militer menanggapi dengan tindakan keras terhadap para demonstran, mengandalkan informasi dari informan dan penggerebekan mendadak untuk menangkap mereka yang melakukan mogok kerja.

Saat ini, lebih dari 22.000 orang mendekam di penjara-penjara junta, menurut kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

Suu Kyi tetap berada dalam tahanan militer dan partainya yang sangat populer telah dibubarkan.

Pemilu bertahap yang diselenggarakan junta berakhir Minggu (25/1) lalu tanpa pemungutan suara di seperlima kota di Myanmar, di tengah pertempuran yang menyebabkan sebagian besar wilayah negara itu berada di luar kendali militer.

Partai-partai yang memenangkan 90 persen kursi dalam pemilihan sebelumnya pada tahun 2020, yang dimenangkan secara telak oleh partai Suu Kyi, tidak muncul dalam surat suara kali ini, kata Jaringan Asia untuk Pemilu Bebas. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Pole position GP Singapura Milik Max Verstappen

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pole position GP Singapura ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.