Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jerash, Pompeii dari Timur Tengah

📅 Senin, 02 Feb 2026, 06:40 WIB | Oleh:
Jerash, Pompeii dari Timur Tengah Doc: Greg O’Corry FAU
Ket. Seorang peneliti memegang gigi Jerash yang digunakan untuk membantu mengidentifikasi asal mula wabah pertama.

DI BAWAH langit utara Yordania, kolom-kolom batu menjulang sunyi, berjajar rapi seolah menunggu langkah kaki yang tak pernah datang. Jalanan berbatu yang pernah dilalui kereta kuda kini hanya menyimpan bekas roda yang memudar. Inilah Jerash, kota kuno yang oleh para arkeolog dijuluki “Pompeii Kedua” sebuah kota yang tidak mati dalam sekejap, tetapi membeku perlahan oleh sejarah.

Terletak sekitar 50 kilometer dari Amman, Jerash adalah salah satu kota Romawi paling terawat di dunia. Julukannya “Pompeii of the Middle East” muncul bukan tanpa alasan. Seperti Pompeii di Italia, Jerash menyimpan potret kehidupan urban ribuan tahun lalu dalam kondisi nyaris utuh. Perbedaannya, jika Pompeii terkubur oleh letusan Gunung Vesuvius, Jerash terawetkan oleh waktu, pengabaian, dan rangkaian bencana yang datang bertahap.

Pada masa kejayaannya, Jerash merupakan bagian dari Decapolis, konfederasi sepuluh kota Romawi di kawasan Mediterania timur. Kota ini berkembang pesat antara abad pertama hingga ketiga Masehi sebagai pusat perdagangan, pemerintahan, dan kebudayaan. Puluhan ribu penduduk mendiami Jerash, menjadikannya kota kosmopolitan dengan beragam latar etnis dan kepercayaan.

Jejak kejayaan itu masih terlihat jelas hingga kini. Jalan utama cardo maximus membentang lurus, diapit kolom-kolom tinggi. Forum oval salah satu yang paling unik di dunia Romawi masih berdiri megah. Dua teater besar, kuil Zeus dan Artemis, hippodrome, pemandian umum, serta sistem saluran air menunjukkan betapa maju dan terorganisasinya kota ini. Bagi para arkeolog, Jerash adalah semacam “buku sejarah terbuka,” tempat tata kota Romawi dapat dipelajari secara utuh tanpa harus menebak-nebak dari puing yang terfragmentasi.

“Pompeii Kedua” yang Terlupakan

Di sinilah letak kemiripan Jerash dengan Pompeii. Keduanya adalah kota yang berhenti hidup secara tiba-tiba dalam lintasan sejarah. Namun Jerash mengalami “kematian perlahan”, sebuah proses yang justru menyelamatkan struktur kotanya dari perusakan modern.

Selama berabad-abad, Jerash terkubur dan terlupakan. Ketika penggalian arkeologis dimulai pada abad ke-19, dunia dikejutkan oleh kelengkapan kota Romawi yang muncul dari dalam tanah. Kolom-kolomnya masih berdiri, teaternya masih utuh, dan jalan-jalannya masih bisa dilalui.

Para ahli menyebut Jerash sebagai salah satu contoh terbaik kota Romawi di luar Italia—bahkan, dalam beberapa aspek, lebih utuh daripada Pompeii.

Hari ini, Jerash bukan sekadar destinasi wisata atau situs arkeologi. Ia menjadi saksi bisu tentang bagaimana sebuah kota maju dapat runtuh oleh wabah, bencana alam, dan perubahan sosial. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.