Diproyeksikan Cetak Kinerja Positif, Pengamat Ingatkan Hal Ini Kepada Garuda Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026, 19:53 WIBJAKARTA - Danantara memproyeksikan tahun 2026 akan menjadi titik balik dalam akselerasi pemulihan kinerja Garuda Indonesia yang selaras dengan program transformasi komprehensif yang saat ini tengah dilaksanakan.
Akselerasi pemulihan kinerja tersebut terefleksikan dari pergerakan saham yang mengindikasikan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek Garuda Indonesia.
Indikasi tersebut tercermin dari dari lonjakan harga saham Garuda Indonesia (GIAA) yang meningkat sebesar 9,76 persen pada awal Januari lalu, hingga ke posisi Rp90 per lembar saham yang dipicu oleh adanya perubahan struktur kepemilikan saham yang melibatkan entitas pengelola aset negara. Â
âPasar telah merespons positif pemulihan kinerja Garuda Indonesia, yang tercermin dari lonjakan tajam harga saham Garuda Indonesia pada awal Januari lalu,â seperti dikutip dari Danantara Economic Outlook 2026 yang digelar pada Selasa (13/1).
Danantara Indonesia memandang prospek sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) termasuk Garuda Indonesia yang tengah menjalani fokus transformasi menunjukkan perbaikan, tercermin dari pergerakan harga saham yang mengindikasikan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pemulihan kinerja.
Dalam Economic Outlook 2026, Danantara menyebut sejumlah faktor turut menjadi pendorong akselerasi kinerja Garuda Indonesia, termasuk dukungan pendanaan dalam bentuk shareholder loan (SHL) dan suntikan modal usaha senilai Rp23,63 triliun dari Danantara sebagai bagian dari proses restrukturisasi yang digunakan untuk mendukung program perawatan pesawat, reaktivasi armada, hingga peningkatan kapasitas produksi.
Selain itu, opsi integrasi Garuda Indonesia Group dengan Pelita Air juga dipandang sebagai upaya mengurangi redudansi dan meningkatkan sinergi khususnya dalam pengadaan bahan bakar.
Sementara itu, Analis Independen Bisnis Penerbangan Gatot Rahardjo menilai bahwa berbagai upaya transformasi yang dilakukan oleh Garuda Indonesia tersebut, perlu dibarengi dengan langkah efisiensi.
Ia menyampaikan salah satu kunci untuk mendukung kesuksesan bisnis maskapai penerbangan adalah dengan melakukan efisiensi, baik itu dalam operasional penerbangan maupun non-operasional penerbangan.
Lebih lanjut, Gatot menuturkan efisiensi operasional penerbangan misalnya dapat dilakukan dengan banyak hal, seperti operasional pesawat yang lebih hemat bahan bakar, pemilihan rute dan jaringan rute yang lebih menguntungkan, serta bekerjasama dengan Airnav untuk menjalankan performance base navigation (PBN) dalam penerbangan.
"Adapun untuk non-operasional penerbangan misalnya, dapat dilakukan dalam hal pengelolaan SDM, penggunaan teknologi informasi (online) untuk operasional kantor, efisiensi proses dan prosedur dan lainnya," katanya.
"Namun demikian yang harus diperhatikan adalah bahwa efisiensi yang dilakukan maskapai penerbangan tidak boleh mengurangi aspek keselamatan penerbangan dan tidak boleh melanggar aturan yang telah ditetapkan. Dengan demikian keselamatan dan bisnis penerbangan dapat tetap berjalan beriringan untuk pengembangan bisnis maskapai tersebut," pungkas Gatot.
Melalui serangkaian aksi korporasi tersebut, diproyeksikan dapat memperkuat portofolio bisnis Garuda Indonesia secara group sehingga program transformasi penyehatan kinerja yang sedang dijalankan dapat berdampak pada pencatatan laba bersih dan ekuitas positif pada akhir tahun 2026.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Iran Menyerang Kelompok Kurdi di Irak Seiring Konflik yang Meluas
-
Polda Bali Awasi Kegiatan WNA Lewat Aplikasi Cakrawasi
-
Produksi kue kering jelang Lebaran
-
Penyebab Insiden Kecelakaan Pesawat Pelita Air Service di Krayan Dugaan Sementara Cuaca Buruk
-
Garuda Indonesia Perkuat Penerbangan Haji 2026 dengan Layanan Ramah Lansia
-
Herdman Konsentrasi Total ke Timnas Senior
-
Gempa Bumi M5,5 Guncang Pacitan dan Sekitarnya Selasa Pagi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.