Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berhasil Optimalkan Sumur HPPO, PHM Dongkrak Produksi Minyak Lapangan Handil hingga 2.000 bph

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 10:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Berhasil Optimalkan Sumur HPPO, PHM Dongkrak Produksi Minyak Lapangan Handil hingga 2.000 bph Doc: istimewa
Ket. PT. Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatatkan pencapaian positif pada awal tahun 2026 ini melalui tambahan produksi minyak sebesar 2.000 barel per hari (bph) dari dua sumur High Pour Point Oil (HPPO) di Lapangan Handil, Kalimantan Timur

BALIKPAPAN – PT. Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatatkan pencapaian positif pada awal tahun 2026 ini melalui tambahan produksi minyak sebesar 2.000 barel per hari (bph) dari dua sumur High Pour Point Oil (HPPO) di Lapangan Handil, Kalimantan Timur. 

Produksi kedua sumur HPPO tersebut melampaui perkiraan awal yang tertuang dalam Work Program & Budget (WP&B) 2026, yaitu sekitar 400 bph. Tambahan ini meningkatkan total kontribusi produksi sumur HPPO di operasi PHM menjadi 3.000 bph, termasuk produksi dari satu sumur di Lapangan Tambora yang telah beroperasi sejak 2024.

Kedua sumur HPPO di Lapangan Handil memiliki karakteristik khusus, dimana minyak yang diproduksikan memiliki titik tuang (pour point) lebih tinggi dibandingkan temperatur operasi pipa sebesar 25 derajat celcius. Tanpa penanganan khusus, kondisi ini berpotensi menyebabkan minyak menjadi padat dan menghambat aliran pipa produksi.

Senior Manager Production PHM, Robert Roy Antoni, menjelaskan bahwa PHM menerapkan chemical treatment Pour Point Depressant (PPD) yang mampu menurunkan titik tuang minyak hingga 21 derajat celcius. “Blok Mahakam merupakan lapangan mature dengan karakteristik sumur yang semakin menantang. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan komitmen kami untuk terus mencari solusi agar sumur-sumur challenging, atau sumur yang memiliki kompleksitas tinggi dan sebelumnya belum tersentuh, dapat diproduksikan secara optimal,” ujar Robert dari Balikapapan, Kalimantan Timur, Kamis (29/1)

Sementara itu General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menambahkan bahwa keberhasilan memproduksikan sumur-sumur dengan tantangan operasional dan teknikal yang semakin kompleks telah menjadi bagian dari pengalaman dan kompetensi PHM. Sebelumnya, PHM berhasil mengoperasikan 17 sumur minyak beremulsi dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di lapangan gas Tunu, Tambora, Sisi Nubi, Peciko, dan South Mahakam, yang secara kumulatif menghasilkan tambahan produksi hingga 5.200 bph berdasarkan pengukuran di kepala sumur.

Keberhasilan pengembangan sumur HPPO dan sumur beremulsi tersebut menegaskan komitmen PHM untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan lapangan mature. Dengan tambahan produksi dari sumur HPPO dan beremulsi itu, PHM memasuki tahun 2026 dengan rata-rata produksi minyak mencapai 25 ribu bph, atau sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan target WP&B yang ditetapkan Pemerintah. 

“Kami meyakini bahwa keberlanjutan operasi dan bisnis merupakan kunci dalam mendukung kebijakan transisi energi Pertamina, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas pada tahun 2029 atau lebih cepat,” tegas Setyo. 

Ia juga menambahkan, Perusahaan meyakini bahwa investasi hulu migas, baik eksplorasi maupun eksploitasi, sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas Perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita Pemerintah terkait swasembada energi. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.