Didukung Titiek Soeharto, KKP Perkuat Pemberdayaan Usaha Perikanan Desa di HUT ke-27
Minggu, 25 Okt 2026, 17:55 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Dok. Ist
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan sarana prasana rantai dingin untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing produk yang dihasilkan, kepada ibu-ibu pengurus kelompok pengolah dan pemasaran hasil perikanan di Kabupaten Kulonprogo, DIY.
Pemberian bantuan dalam rangkaian Hari Bakti Kelautan dan Perikanan menuju hari jadi KKP ke-27 itupun mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto karena menjadi pendorong kemandirian finansial para pelaku usaha perikanan rumahan.
Bantuan yang diberikan berupa tiga unit chest freezer masing-masing berkapasitas 200 liter, dua paket pengolahan hasil laut untuk usaha kerupuk dan pengolahan ikan, serta kendaraan Alih Teknologi dan Informasi (ATI). Penyerahan berlangsung pada Kamis (22/10) lalu di Dusun Nepi, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo.
“Ini menjadi bagian dari upaya kami dalam membantu teman-teman pelaku usaha di hilir, terutama yang dijalankan oleh ibu-ibu, agar bisa semakin produktif. Karena peran pengolah dan pemasaran hasil perikanan ini juga berkontribusi sekali dalam menyerap hasil tangkapan nelayan di daerah,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu (25/10).
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) menyebut dukungan sarana prasana usaha perikanan yang diberikan KKP akan membantu menjaga mutu produk perikanan yang dihasilkan, dan mendorong nilai jual hasil laut. Selain bantuan, sambungnya, pendampingan dan evaluasi juga perlu dilakukan agar usaha masyarakat yang disokong dapat tumbuh dan berkembang.
Program-program menurutnya juga harus terus diperkuat dan diperluas agar semakin banyak nelayan, pembudidaya, dan pelaku UMKM perikanan yang mendapatkan manfaat. "Saya pesan supaya alat-alat ini dirawat, supaya bisa bermanfaat buat ibu-ibu semuanya dan warga di lingkungan sini. Kebersihan tolong diperhatikan ya ibu-ibu semuanya," ujar Titiek Soeharto.
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Yudi Nurul Ihsan menerangkan pentingnya penggunaan sarana prasana rantai dingin pada usaha perikanan, mengingat tingginya kandungan protein dan omega 3 pada ikan sehingga pengolahannya tidak bisa dilakukan sembarangan di tempat yang tidak higienis.
Terlebih lagi, ikan termasuk bahan pangan yang mudah rusak (perishable food) sehingga jika tidak ditangani dan disimpan dengan tepat dapat menurunkan mutu serta memengaruhi kandungan gizi nya.
Oleh karena itu, bantuan yang diberikan dilengkapi dengan ruang penanganan dan peralatan yang sesuai standar agar bisa digunakan untuk menangani pascapanen hasil perikanan atau mengolah produk akhir.
“Pesan saya, kalau penanganannya tidak baik, nanti makan ikan jadi gatal-gatal, yang disalahin ikannya. Padahal ikannya tidak salah, tapi kita. Karena penanganannya tidak baik. Kami juga berharap bantuan ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Yudi.
Untuk wilayah Kulonrogo paket bantuan dibagikan ke Poklahsar Pattimurni Andani, Poklahsar Mekar Sari, dan Poklahsar Sari Progo. Sedangkan satu unit kendaraan ATI diserahkan ke Asosiasi Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan Mina Binangun.
Operasional kendaraan ATI diharapkan menjadi sarana dalam bergerilya untuk edukasi dan penyebarluasan informasi Gemarikan ke masyarakat luas. Selain itu kendaraan ATI dapat digunakan untuk mendukung pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan, meningkatkan kapasitas produksi dan omzet usaha Poklahsar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!