Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sebanyak 19 Kampung Nelayan Resmi Jalan, KKP Klaim Ekonomi Pesisir Mulai Bergerak

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 16:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sebanyak 19 Kampung Nelayan Resmi Jalan, KKP Klaim Ekonomi Pesisir Mulai Bergerak Doc: ANTARA FOTO/ Hasrul Said
Ket. Sejumlah pekerja menanam tanaman hias di area pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Aeng Batu-batu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (16/1/2026).

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan bahwa sebanyak 19 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) telah rampung 100 persen dan mulai beroperasi, menandai kemajuan konkret dalam upaya penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Keberadaan KNMP tidak hanya berfungsi sebagai pusat permukiman nelayan, tetapi juga sebagai ekosistem terintegrasi yang mencakup produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan.

Implementasi program ini mencerminkan pendekatan pembangunan berbasis wilayah yang menempatkan nelayan sebagai subjek utama, sekaligus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan, efisiensi rantai pasok, dan ketahanan sektor kelautan secara berkelanjutan.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto Darwin mengatakan bahwa 19 titik KNMP tersebut sudah siap digunakan dan bahkan beberapa telah melakukan ekspor perdana.

“Dari 65 titik yang kita bangun, 19 sudah selesai 100 persen dan beroperasi. Sisanya rata-rata progresnya sudah mencapai 80 persen,” ujar dia dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (28/1).

Doni mengatakan beberapa lokasi KNMP yang telah beroperasi, antara lain Tolitoli (Sulawesi Tengah), Bumiharjo (Jawa Tengah), Pujiharjo (Jawa Timur), Lebetawi (Maluku), Gebang Mekar (Jawa Barat), Karang Duwur (Jawa Tengah) dan Poncosari (Yogyakarta).

Lebih lanjut, Doni mengatakan Kampung Nelayan Merah Putih Bentenge di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, bahkan telah melakukan ekspor perdana hampir satu ton ikan segar ke Arab Saudi pada 9 Januari 2026.

Pada tahap pertama pembangunan KNMP, KKP menargetkan 65 titik selesai pada Mei 2025, dengan 35 titik di antaranya rampung pada akhir Januari 2026. Meski terkendala cuaca ekstrem, Doni menegaskan pembangunan akan terus dikejar sesuai target.

Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis pemerintah untuk memberdayakan masyarakat pesisir sekaligus mendorong peningkatan perekonomian lokal.

Program itu tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan berbagai infrastruktur pendukung yang krusial bagi aktivitas nelayan sehari-hari.

Pemerintah memastikan KNMP dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti dermaga, jalan, drainase, hingga penerangan listrik.

Selain itu, kampung nelayan juga akan memiliki cold storage atau gudang pendingin, pabrik es, bengkel nelayan, kios logistik, serta stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.