- Home
-
- Megapolitan
-
- Normalisasi Kali Cakung Pr...
Normalisasi Kali Cakung Prioritas untuk Kendalikan Banjir Jakut
Rabu, 28 Jan 2026, 05:05 WIBJAKARTA- Pemerintah Provinsi Jakarta menargetkan normalisasi Kali Cakung Lama, Rawa Indah, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, rampung pada akhir 2027. Proyek tersebut menjadi salah satu program prioritas pengendalian banjir yang berdampak langsung terhadap sejumlah kawasan rawan genangan di Jakarta Utara. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menuturkan, pengerjaan normalisasi dilakukan secara menyeluruh agar hasilnya berdampak signifikan terhadap sistem aliran air.
Pramono kemarin meninjau langsung pengerukan yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) di Kali Cakung Lama, Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara. âKami akan melanjutkan normalisasi Kali Cakung Lama ini dan mudah-mudahan dapat selesai hingga akhir tahun depan,â tandas Pramono.
Kali Cakung Lama, Rawa Indah, memiliki panjang 8,5 kilometer yang terbagi dalam 17 segmen pekerjaan. Normalisasi dilakukan bertahap sejak Oktober 2024 dengan target total sedimentasi yang dikeruk mencapai 45.000 meter kubik. Sedangkan progres hingga saat ini telah mencapai sekitar 13.000 meter kubik.
Pengerukan dilakukan menggunakan lima alat berat dan lima dump truck berkapasitas lima meter kubik. Aktivitas tersebut dilaksanakan secara rutin untuk menjaga kelancaran aliran air, terutama menghadapi curah hujan tinggi. Pramono menegaskan, proyek ini tidak akan dikerjakan secara parsial karena berdampak langsung terhadap pengendalian banjir di sejumlah wilayah padat penduduk.
âNormalisasi tidak boleh dilakukan sepotong-sepotong. Harus diselesaikan hingga tuntas. Sebab jika selesai, dampaknya akan sangat besar bagi wilayah yang selama ini menjadi korban banjir,â ujarnya. Normalisasi Kali Cakung Lama diproyeksikan memperkuat sistem drainase di kawasan Kelapa Gading, Koja, Cilincing, Sukapura, hingga Semper Barat yang kerap tergenang saat hujan deras.
Selain pengerukan, Pemprov juga menangani penyempitan aliran sungai di bagian hilir, termasuk Sungai Begog. Penanganan dilakukan melalui pelebaran saluran hingga sekitar 15 meter serta pembangunan jalan inspeksi di sepanjang bantaran sungai. âLebih baik muara sungai dibuat lebih lebar agar aliran air tidak terhambat. Jika harus ada pembebasan lahan, tentu akan dilakukan,â kata Pramono.
Pemprov menegaskan normalisasi sungai menjadi bagian dari strategi jangka menengah yang dikombinasikan dengan penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu langkah jangka pendek adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan intensitas hujan ekstrem.
Pramono Selasa (27/1) kemarin masih memberlakukan OMC. Namun, bila masih diperlukan, akan dilakukan OMC lagi. Dia berharap, jangan sampai curah hujan tinggi terjadi lagi karena bisa banjir bandang seperti beberapa hari lalu. Penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang harus berjalan beriringan. Di dalamnya, termasuk normalisasi sungai secara menyeluruh.Â
- normalisasi kali
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.