Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memperbanyak Tenaga Puskesmas untuk Menangani Pasien ODGJ

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memperbanyak Tenaga Puskesmas untuk Menangani Pasien ODGJ Doc: Antara

Mukomuko, Bengkulu - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memperbanyak petugas kesehatan di puskesmas untuk menangani pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di daerah tersebut.

“Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Bengkulu membuka ruang untuk memberikan pelatihan kepada tenaga dokter di puskesmas agar mereka mampu mendiagnosis dan mengklasifikasikan pasien gangguan jiwa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Jajad Sudrajat saat dihubungi dari Bengkulu, Selasa.

Di Kabupaten Mukomuko terdapat 17 puskesmas, baik yang berstatus rawat inap maupun rawat jalan. Daerah ini berjarak sekitar 275 kilometer di sebelah utara Kota Bengkulu dan berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat.

Dari 17 puskesmas tersebut, baru dua puskesmas, yakni Puskesmas Lubuk Sanai dan Puskesmas Penarik, yang memiliki petugas kesehatan yang mampu melakukan diagnosis secara mandiri jika ditemukan kasus ODGJ.

Sementara itu, 15 puskesmas lainnya yang belum memiliki tenaga medis jiwa masih menggunakan jasa tenaga medis atau dokter dari dua puskesmas tersebut untuk melakukan diagnosis pasien ODGJ.

“Jika terjadi kasus di puskesmas lain, kami memanggil dokter dari Puskesmas Lubuk Sanai atau Penarik yang lokasinya paling dekat dengan tempat kejadian,” katanya.

Ke depan, ia berharap seluruh puskesmas di daerah tersebut memiliki tenaga medis yang mampu melakukan diagnosis dan tata laksana pasien gangguan jiwa.

Ia mengatakan, penanganan pasien gangguan jiwa di tingkat puskesmas tidak hanya meliputi diagnosis, tetapi juga melanjutkan pengobatan pasien ODGJ setelah mereka keluar dari rumah sakit khusus jiwa.

Pengobatan pasien gangguan jiwa dilakukan melalui layanan di puskesmas serta kunjungan rumah guna memastikan pasien menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter.

Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan kunjungan rumah untuk memberikan edukasi kepada keluarga mengenai cara penanganan pasien gangguan jiwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.