5.168 Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi Terendam Banjir, Ancaman Gagal Panen Mengintai
Senin, 26 Jan 2026, 03:00 WIBKabupaten Bekasi - Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencatat sebanyak 5.168 hektare areal persawahan di wilayah itu terdampak banjir hingga mengakibatkan ancaman gagal panen setelah terendam air dalam sepekan terakhir.
"Total lahan terdampak banjir ada 5.168,9 hektare dan 132,8 hektare di antaranya lahan persemaian," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Abdillah Majid di Cikarang, Minggu (25/1).
Ia mengatakan luas lahan sawah terendam banjir itu tersebar di total 78 desa pada 16 wilayah kecamatan. Petugas masih terus melakukan pembaruan data di lapangan mengingat kondisi banjir masih berlangsung dengan kemungkinan penambahan area terdampak.
"Sehingga kami juga belum bisa menghitung kerugian petani karena kondisi tanaman saat ini masih terdampak banjir dan juga belum ada laporan puso," katanya.
Pihaknya telah menyiapkan benih serta pestisida kepada petani dari program bantuan direktorat serealia pada ditjen tanaman pangan Kementerian Pertanian RI yang digulirkan setiap tahun.
Bantuan reguler program peningkatan indek pertanaman (PIP) itu menjangkau 11.247 hektare sawah dengan rencana periode masa tanam pada Januari-Februari 2026.
"Sementara bantuan untuk sawah yang terdampak banjir saat ini sedang dalam pengajuan ke kementerian," ujarnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi mengatakan genangan air yang bertahan selama berhari-hari berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman dan mengancam keberlangsungan musim tanam petani.
"Genangan terjadi di lahan pertanian yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai. Jika air tidak segera surut, tanaman padi yang sedang dalam masa tanam maupun menjelang panen sangat berisiko mengalami puso," katanya.
Sebaran wilayah pertanian terdampak ada di sejumlah kecamatan antara lain Pebayuran, Sukakarya, Sukawangi, Cabangbungin, Babelan, Tambun Utara hingga Karangbahagia.
Ketinggian air di lahan pertanian bervariasi, mulai dari 20 hingga 60 sentimeter menyebabkan tanaman terendam dan tidak bisa diolah sementara waktu.
Selain merusak tanaman, banjir juga menghambat aktivitas pertanian. Akses menuju sawah terputus, saluran irigasi meluap serta alat dan sarana produksi pertanian milik petani ikut terendam.
"Kondisi ini membuat petani terpaksa menunda pemupukan, penyiangan, hingga panen. Dampaknya bukan hanya hari ini. Kalau gagal panen, petani akan kesulitan modal untuk musim tanam berikutnya. Ini juga bisa berpengaruh pada ketersediaan beras di tingkat lokal," kata dia.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tak Mau Kebanjiran, Warga Tambun Bekasi Gotong Royong Bersihkan Sungai
-
Menkeu Purbaya Lantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekjen Kemenkeu
-
Skor Persaingan Usaha Meningkat, Sinyal Baik atau Tantangan Baru bagi Bisnis Kecil?
-
Pemkab Bekasi Tancap Gas Menuju Pilkades Digital 2026, Ini Persiapannya
-
Masih Ada Rumah Tanpa Listrik di Bekasi, Pemkab Fasilitasi Program Listrik Gratis
-
Hujan Sehari, Bekasi Lumpuh Dikepung Banjir
-
Ramadhan Jadi Momentum Perbaikan, BGN Benahi Kemasan, Komposisi, dan Transparansi MBG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.