Pohon Angker, Untuk Roboh Memerlukan 7 Orang untuk Menopang
Minggu, 25 Jan 2026, 02:30 WIBJEMBER â Hati-hati musim hujan dan badai atau angin kencang seperti sekarang. Jangan berada di bawah pohon besar karena bisa saja ambruk. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edi Budi Susilo mengatakan sebanyak tujuh orang terluka tertimpa pohon roboh.Â
Ini terjadi akibat angin kencang yang terjadi di tujuh desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu. Ini mungkin pohon angker sehingga memerlukan banyak orang untuk menopang kejatuhannya,hingga tujuh orang.
"Telah terjadi angin kencang di sejumlah wilayah yang berlangsung secara tiba-tiba, sehingga mengakibatkan beberapa pohon tumbang ke arah badan jalan dan menimpa rumah warga," katanya di Jember.
Menurutnya pohon tumbang tersebut menyebabkan terganggunya akses jalan serta kerusakan pada beberapa bangunan milik warga, bahkan pohon tumbang yang menimpa rumah menyebabkan pemilik rumah terluka.
"Tujuh korban luka ringan karena tertimpa pohon yang tumbang ke rumah mereka dan sudah mendapatkan perawatan dari tim medis puskesmas terdekat," tuturnya.
Berdasarkan rekap data yang telah dihimpun BPBD Jember tercatat daerah terdampak bencana angin kencang di lima kecamatan yakni Kecamatan Tanggul, Ledokombo, Wuluhan, Silo, dan Balung dengan sebaran di tujuh desa.
"Satu rumah mengalami rusak berat, satu rumah rusak sedang dan empat rumah rusak ringan, jaringan listrik PLN juga terdampak," katanya.
Di Desa Suren, Kecamatan Ledokombo terdapat enam korban mengalami luka ringan karena tertimpa pohon tumbang di rumahnya yakni Rika (20) mengalami lecet di dada, Nanda Fitriyani (20) mengalami luka gores di kepala, Ismawati (43) mengalami lebam di wajah, Kelvin (38) mengalami lecet di kaki, Riko Abrori (25) mengalami luka di kaki dan Vita (25/Pr) juga mengalami luka lecet di kaki.
"Angin kencang juga menyebabkan 1 tiang PLN roboh dan kabel wifi , serta menyebabkan pohon tumbang di Desa Suren," katanya.
Angin kencang juga menerjang Desa Sempolan, Kecamatan Silo yang menyebabkan satu korban mengalami patah tulang karena tertimpa pohon tumbang yang menimpa rumahnya hingga menyebabkan rumahnya rusak berat.
"Satu rumah rusak berat milik nenek Busiya (69) dan korban juga terluka mengalami patah tulang tangan kanan, kemudian dibawa ke Puskesmas Silo 1 dan yang bersangkutan sudah kembali ke rumah," ujarnya.
Edi menjelaskan BPBD Jember telah melakukan pemotongan pohon tumbang yang mengganggu akses jalan warga dan mendistribusikan bantuan kepada warga yang terdampak angin kencang.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrem yang masih akan terjadi beberapa hari ke depan serta mewaspadai pohon yang berpotensi rawan tumbang.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
PLN UID Jakarta Raya Sukses Hadirkan Listrik Andal Saat Perayaan Natal 2025
-
Minim Laporan Korban, Kekerasan Seksual di Ponpes Bagai Fenomena Gunung Es
-
MenPANRB Ungkap Digitalisasi Pastikan Bansos Tepat Sasaran
-
Setelah Banjir dan Longsor, Aceh Didera Blackout Berkepanjangan: Ada Apa dengan Sistem Listrik?
-
Rasuna Said Jadi Lokasi Baru CFD Jakarta, Pramono: Siap Gelar Event Maraton Internasional!
-
Rektor Undip Lepas D-DART ke Padang: Bantu Penanganan Bencana di Sumatera Barat
-
Akselerasi Green Mining, Strategi Sektor Pertambangan Indonesia Tekan Emisi Karbon
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.