Menperin Dorong Investasi demi Perkuat Struktur Industri Nasional

Minggu, 25 Jan 2026, 15:05 WIB

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong investasi industri harus memperkuat struktur industri nasional. Arah kebijakan tersebut, lanjutnya, menempatkan pengembangan kapasitas industri domestik sebagai tujuan utama masuknya investasi.

Agus menyampaikan, investasi tidak boleh berhenti pada aliran modal finansial semata. Menurutnya, investasi harus membawa dampak nyata melalui alih teknologi dan penguatan rantai pasok dalam negeri.

Ket. Foto: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita — Sumber: Dok Kementerian Perindustrian

Selain itu, kebijakan investasi nasional diarahkan agar industri lokal terlibat aktif dalam ekosistem produksi. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan daya saing industri Indonesia di tingkat global.

“Investasi yang kami pacu adalah investasi yang membawa know-how, teknologi, dan keterlibatan pelaku industri lokal secara nyata. Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri dalam negeri,” ujar Agus dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (23/1).

Ia menjelaskan, investasi terisolasi berisiko tidak memberikan nilai tambah jangka panjang. Pemerintah sendiri mendorong keterhubungan industri lokal dengan jaringan produksi global.

Agus menyebutkan, arah kebijakan tersebut sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) Davos 2026. Indonesia diposisikan sebagai mitra investasi yang stabil, kredibel, dan siap berkolaborasi jangka panjang.

Dalam forum tersebut, Presiden menyoroti pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia. Instrumen ini disiapkan untuk mempercepat industrialisasi dan transformasi ekonomi nasional.

“Danantara merupakan fondasi kemitraan Indonesia dengan pelaku investasi global. Indonesia menawarkan peluang investasi yang berorientasi pada pengembangan nilai tambah industri nasional,” kata Agus.

Agus menegaskan investasi berkualitas akan difokuskan pada sektor industri unggulan. Sektor tersebut dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pendalaman struktur industri nasional.

Ia menyebutkan, keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) juga menjadi perhatian utama kebijakan investasi. IKM sendiri diarahkan masuk ke rantai pasok industri besar melalui program fasilitasi.

“Selain mendorong alih teknologi, Kementerian Perindustrian memperkuat keterlibatan IKM melalui insentif berbasis komponen dalam negeri. Langkah ini memastikan manfaat investasi dirasakan langsung oleh pelaku industri domestik,” ujar Agus.

Ia menambahkan, investasi baru harus berdampak pada pendidikan vokasi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja. Penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting strategi industrialisasi nasional.

Agus menilai, integrasi industri Indonesia ke jaringan nilai global memperkuat posisi ekonomi nasional. Kolaborasi global dipandang membuka peluang industrialisasi berkelanjutan bagi Indonesia.

“Kolaborasi global ini akan membuka peluang investasi besar untuk industrialisasi dan pembangunan manusia Indonesia. Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita pemerintah,” ucap Agus.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia merupakan mitra yang setara bagi investor global. Posisi tersebut didukung kapasitas Danantara yang kini mengelola aset hingga USD1 triliun.

Presiden menyebut besaran aset kelolaan itu menempatkan Danantara sejajar dengan lembaga pengelola dana global lainnya. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya pada pertemuan tahunan World Economic Forum 2026, Kamis (22/1).

“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini, di hadapan Anda sebagai mitra yang setara,” ujar Presiden.

Kepala Negara menekankan Danantara dibentuk untuk berinvestasi bersama dan mendorong pertumbuhan bersama mitra global. Menurut Presiden, kapasitas tersebut membuat Danantara berpotensi menjadi mitra utama pembiayaan proyek strategis di Indonesia, khususnya sektor industri. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah mempercepat industrialisasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama Anda, Danantara didirikan untuk membiayai industri-industri masa depan. Kami bertekad untuk melakukan industrialisasi negara kami secara signifikan,” ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menjamin Danantara akan dikelola secara profesional sesuai standar internasional. Presiden menekankan pentingnya pengawasan dan tanggung jawab kuat dalam pengelolaan lembaga tersebut.

Sebagai penguatan tata kelola, pemerintah akan merasionalisasi jumlah badan usaha milik negara. Dari 1.044 BUMN yang ada saat ini, jumlahnya akan dipangkas menjadi sekitar 300 perusahaan.

Presiden Prabowo juga menginginkan posisi pimpinan Danantara diisi oleh eksekutif terbaik. Pemerintah bahkan membuka peluang perekrutan talenta global, termasuk warga negara asing, untuk menduduki jabatan strategis.

“Pada kenyataannya ini adalah cara kami menjalankan Indonesia saat ini. Dari program sosial hingga upaya melakukan hilirisasi sumber daya alam, hingga upaya kami mencapai swasembada pangan dan energi,” ujar Presiden. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.