Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komisi VII Fokus Pembinaan UMKM Jamu untuk Perkuat Industri Lokal Berbasis Kearifan

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 20:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komisi VII Fokus Pembinaan UMKM Jamu untuk Perkuat Industri Lokal Berbasis Kearifan Doc: Antara
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief saat melakukan kunjungan ke Sido Muncul, Jawa Tengah, Jumat (23/1).

Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief mendorong penguatan industri jamu lokal yang diproduksi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui pembinaan terarah dari pemerintah.

‎Menurut Hendry, dalam pernyataan di Jakarta, Minggu (25/1), pembinaan terhadap UMKM jamu lokal perlu melibatkan peran pemerintah, seperti Kementerian Perindustrian (Kemenperin), khususnya dalam aspek penguatan kapasitas produksi, standar mutu, serta perluasan akses pasar agar produk jamu tradisional dapat berkembang secara nasional.

‎‎"Khususnya di luar Jawa pasar dan peminat usaha masih sangat besar. Sebagai perwakilan Riau, kami sangat berharap dapat ada industri serupa sehingga dapat membantu ekonomi UMKM." kata Hendry.

‎Selain pembinaan industri, Hendry juga menekankan pentingnya kolaborasi antara industri jamu besar dengan UMKM pemasok bahan baku dari berbagai daerah. Ia menilai banyak pemasok lokal memiliki potensi besar untuk bermitra, namun masih terkendala akses informasi dan jejaring usaha.

‎Ada pun dorongan tersebut disampaikan dalam kunjungan spesifik ke Pabrik Jamu Sido Muncul milik PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Provinsi Jawa Tengah, pada 23 Januari 2026.

‎Kata dia, kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung proses transformasi Sido Muncul dari produk jamu tradisional menjadi industri berskala nasional hingga global. Model pengembangan tersebut dinilai dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha jamu lokal lainnya agar mampu naik kelas.‎

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan Sido Muncul membuktikan potensi besar jamu tradisional apabila didukung pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.

‎Saat ini terdapat beberapa jenis perusahaan industri obat bahan alam di Indonesia, yaitu Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT), Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT), Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) dan Industri Obat Tradisional (IOT).

‎‎Kemenperin mendukung kebijakan pengembangan obat bahan alam, terutama dalam proses produksi dan teknologi manufaktur, dengan salah satu upaya melalui pembangunan House of Wellness atau fasilitas produksi obat bahan alam.

‎‎Fasilitas pembuatan obat berbahan alami ini memiliki alat pendukung berupa pengolahan simplisia (segar dan kering) yang menunjang proses sortasi, pencucian, penirisan, perajangan dan pengeringan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Kembang Api Meriahkan Pembu...
Nasional
Sidak Ombudsman Jadi Alarm!...
Olahraga
Makin Menjanjikan! Herdman ...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.