Pompa Bermasalah, Banjir di Jakarta Barat Sulit Surut

Jumat, 23 Jan 2026, 20:15 WIB

Jakarta - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu mengidentifikasi bahwa salah satu penyebab banjir di Jakarta Barat tak surut karena masalah performa pada pompa.

Menurut dia saat meninjau rumah pompa Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat, Jumat (23/1), kapasitas pompa yang kurang serta sejumlah penyaring (screen) pompa rusak akibat terjerat sampah keras berakibat pada turunnya performa pompa, sehingga perlu penambahan serta perbaikan.

Ket. Foto: Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu meninjau rumah pompa Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (23/1). — Sumber: Antara

"Seluruh mesin pompa itu sudah beroperasi optimal, tapi banjir masih berjam-jam. Di Jelambar Baru, misalnya, ada tiga mesin total kapasitas 2.500 liter per detik, di Wijaya Kusuma tiga mesin kapasitas hingga 2.500 liter per detik, di Tanjung Duren Utara, total hampir 10.000 liter per detik," katanya.

Kevin menjelaskan, jika semua mesin pompa telah berfungsi optimal, namun banjir masih berlarut-larut, maka perlu penambahan kapasitas pompa.

“Kalau semua mesin ini bekerja optimal tapi air masih lama surut, ini menjadi evaluasi serius,” ujarnya.

Salah satu solusi yang diusulkan adalah penambahan pompa portabel dengan kapasitas sekitar 250 liter per detik untuk membantu titik-titik rawan banjir yang sudah berada di kapasitas maksimal.

Lebih lanjut, Kevin juga menemukan kerusakan pada penyaring (screen) yang menyebabkan mesin pompa sempat terhenti.

“Penyaring ini sangat vital. Tadi saya lihat penyaring copot dan masuk ke dalam, sehingga pompa kemasukan sampah. Kalau ini terjadi, mesin bisa berat bahkan berhenti,” kata dia.

Oleh karena itu, ia meminta kontraktor untuk segera menyelesaikan perbaikan, menyusul potensi curah hujan masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami tidak ingin perbaikan ini berlarut-larut dan warga yang akhirnya menjadi korban,” kata Kevin menegaskan.

Kevin pun mengingatkan janji Gubernur DKI Jakarta yang menyebut banjir dapat ditangani dalam waktu satu hingga 1,5 jam.

Menurutnya, realita di lapangan masih jauh dari target tersebut.

“Kami tidak sekadar menagih janji, tapi juga membantu agar janji itu bisa direalisasikan,” katanya.

Kendati demikian, Kevin mengapresiasi kondisi rumah pompa yang telah dibangun sejak 2002 dan dinilai masih terawat dengan baik hingga kini.

Ia juga menilai komunikasi antara petugas, aparatur wilayah dan masyarakat sudah berjalan sangat baik.

“Pemeliharaannya bagus, petugasnya sigap dan komunikasi dengan warga juga berjalan. Harapannya, rumah pompa seperti ini bisa menjadi standar di wilayah lain di Jakarta,” katanya.

Sementara itu, banjir masih merendam 126 rukun tetangga (RT) di Jakarta pada Jumat petang.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap genangan," kata kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan.

Menurut dia, data hingga pukul 18.00 WIB, banjir di Jakarta masih merendam sebanyak 126 RT di Jakarta Barat, Timur, Selatan, Utara dan Jakarta Pusat.

Ia menjelaskan bahwa ketinggian banjir yang terdalam mencapai satu meter lebih dan itu terjadi di Kelurahan Duri Kosambi dan Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat.

Yohan mengatakan bahwa selain merendam ratusan RT, banjir juga masih menggenangi sebanyak 18 ruas jalan dengan ketinggian muka air 10-75 sentimeter (cm).

  • banjir jakarta hari ini

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.