Literasi Kesehatan Jadi Gampang, Kemenekraf Andalkan Gim Edukatif

Jumat, 23 Jan 2026, 13:43 WIB

JAKARTA – Penguatan sosialisasi dan literasi kesehatan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini penyakit.

Dengan begitu, partisipasi aktif masyarakat meningkat sehingga dampak program terhadap kesehatan masyarakat dapat maksimal.

Ket. Foto: Masyarakat dilayani tenaga kesehatan dan tenaga medis dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Tanah Abang, Jakarta Pusat. — Sumber: ANTARA/ Livia Kristianti

Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif mendorong keterlibatan subsektor ekraf untuk penguatan sosialisasi serta literasi kesehatan program CKG sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan nasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan Kemenekraf akan melibatkan UMKM dalam penyediaan merchandise serta penguatan komunikasi melalui materi visual, gim edukatif, dan maskot dari IP (Intellectual Property) lokal yang mewakili seluruh materi, mendukung sosialisasi, dan literasi kesehatan.

“Melalui CKG, kita ingin menunjukkan bahwa dengan KTP saja, layanan kesehatan bisa diakses secara gratis dan bermakna,” kata Irene dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (23/1).

Wamen Ekraf Irene menegaskan bahwa meskipun CKG terbuka untuk seluruh masyarakat, program ini juga relevan bagi banyak pejuang ekonomi kreatif yang selama ini belum memiliki akses layanan kesehatan yang memadai.

Selain itu Kementerian Ekraf mendorong penyempurnaan alur layanan, standar penyambutan, hingga pengalaman peserta selama menunggu agar lebih efisien dan nyaman.

Dari sisi lokasi, Kementerian Ekraf akan berkoordinasi memanfaatkan ruang publik strategis, seperti pusat perbelanjaan, sebagai lokasi pelaksanaan CKG. Selain itu, kampus dan komunitas akan dilibatkan sebagai kanal sosialisasi dan pendaftaran peserta. Promosi program akan didukung melalui jejaring media, termasuk radio dan komunitas.

Sementara itu, Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menjelaskan mekanisme pelaksanaan CKG yang berada dalam koordinasi dinas kesehatan daerah, dengan puskesmas sebagai ujung tombak layanan.

Wamenkes Dante juga menyebutkan kolaborasi dengan Kementerian Ekraf ini sekaligus sebagai bentuk kampanye kesehatan agar lebih banyak menyentuh ke semua lapisan masyarakat.

“Ke depan, penguatan puskesmas berbasis wilayah memungkinkan perluasan jangkauan CKG ke berbagai ekosistem masyarakat, termasuk komunitas dan home industry,” ujar Wamenkes Dante.

Dia mengatakan bahwa kolaborasi dengan sektor ekonomi kreatif juga akan dimanfaatkan untuk mendukung kampanye perubahan perilaku kesehatan sehingga layanan ini tidak hanya memberi layanan medis, tetapi juga meningkatkan literasi kesehatan masyarakat secara menyenangkan dan inovatif.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi di Gedung Kemenkes, Jakarta yang diikuti Wamen Ekraf Irene Umar dan Wamenkes Dante Saksono Harbuwono. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan perdana kolaborasi Kementerian Ekraf dan Kemenkes dalam program CKG yang sebelumnya dilaksanakan di Agora Mall, Jakarta, pada 1–3 Desember 2025.

Wamen Ekraf berharap ke depan CKG tidak hanya sebagai layanan kesehatan dasar, tetapi juga sebagai pengalaman publik yang inklusif, tertata, dan berdampak.

Kedua kementerian sepakat menjadikan pengembangan CKG sebagai percontohan kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan layanan kesehatan dan kreativitas.

Melalui kolaborasi ini, CKG diharapkan tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth dalam mendukung Asta Cita Presiden, khususnya pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

  • Kemenekraf
  • Cek Kesehatan Gratis (CKG)

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.