Garuda Pamit Dulu dari Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang
Jumat, 23 Jan 2026, 21:58 WIBTANJUNGPINANG â Penghentian layanan penerbangan pada rute tertentu oleh maskapai umumnya mencerminkan evaluasi ulang terhadap kinerja bisnis dan efisiensi operasional.
Keputusan ini dipengaruhi oleh rendahnya tingkat keterisian penumpang, kenaikan biaya operasional, keterbatasan armada, hingga perubahan pola permintaan perjalanan.
Meski berdampak pada konektivitas wilayah dan mobilitas masyarakat, langkah tersebut kerap dianggap perlu untuk menjaga keberlanjutan keuangan maskapai, sehingga penataan rute menjadi bagian dari strategi adaptasi industri penerbangan terhadap dinamika pasar.
Maskapai Garuda Indonesia dikabarkan berhenti beroperasi melayani penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai Februari 2026.
"Informasi yang kami terima dari manajemen Garuda, memang betul demikian. Tapi pemberitahuan secara lisan, kalau tertulis sampai sekarang belum ada," kata General Manager PT Angkasa Pura Kantor Cabang Bandara RHF Tanjungpinang Mohamad Setiadi Dermawan di kantornya, Jumat (23/1).
Setiadi menyebut, pihaknya masih menunggu pemberitahuan secara tertulis terkait rencana penghentian operasional maskapai Garuda di Bandara RHF Tanjungpinang.
Berdasarkan informasi, kata dia, pesawat Garuda terakhir melayani penerbangan rute Tanjungpinang-Jakarta atau sebaliknya.
"Kami belum tahu alasannya apa, mungkin lebih kepada operasional. Untuk lebih pastinya, masih menunggu surat tertulis dari maskapai Garuda," ungkapnya.
Setiadi melanjutkan jika Garuda tidak lagi beroperasi, maka penerbangan akan dicover oleh maskapai Citilink, anak usaha Garuda Indonesia.
Selama ini, Garuda melayani tiga kali penerbangan dalam seminggu, sementara Citilink empat kali dalam seminggu.
"Dengan tidak dilayani Garuda, ke depan Citilink akan terbang setiap hari melayani rute Tanjungpinang-Jakarta," sebutnya.
Disinggung mengenai dampak penghentian Garuda terhadap pihak bandara, Setiadi menyebut hal itu otomatis akan mengurangi pendapatan PT Angkasa Pura, karena pendapatan utama Bandara RHF masih ditopang penerbangan datang dan berangkat di Tanjungpinang.
Namun demikian, ia memastikan kondisi itu tidak akan mengurangi layanan bagi pengguna jasa Bandara RHF, sebab masih ada pesawat Citilink yang akan mengcover penerbangan.
Setiadi pun menegaskan penghentian layanan Garuda tak akan mempengaruhi terhadap status Bandara Internasional RHF Tanjungpinang. Pihaknya optimistis minat maskapai penerbangan internasional di Tanjungpinang tetap tinggi, mengingat Bandara RHF jadi salah satu gerbang masuk ke Kepri, sebagai ikon kawasan pariwisata nasional.
"Hanya saja memang tak bisa dipungkiri, salah satu indeks kebanggaan suatu daerah itu apabila didarati atau diterbangkan Garuda. Sedikit-banyak tentu berdampak pada citra daerah, khususnya Tanjungpinang," demikian GM Bandara RHF.
- Garuda Indonesia
- tutup rute penerbangan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Garuda Indonesia Perkuat Penerbangan Haji 2026 dengan Layanan Ramah Lansia
-
Iran Menyerang Kelompok Kurdi di Irak Seiring Konflik yang Meluas
-
Penyebab Insiden Kecelakaan Pesawat Pelita Air Service di Krayan Dugaan Sementara Cuaca Buruk
-
Polda Bali Awasi Kegiatan WNA Lewat Aplikasi Cakrawasi
-
Herdman Konsentrasi Total ke Timnas Senior
-
Gempa Bumi M5,5 Guncang Pacitan dan Sekitarnya Selasa Pagi
-
Produksi kue kering jelang Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.