Di Hadapan 30 Profesor Inggris, Presiden Akan Bangun 10 Kampus Kedokteran dan STEM

Kamis, 22 Jan 2026, 01:40 WIB

JAKARTA - Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam pertemuan dengan 30 profesor yang merupakan pimpinan dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, menjajaki penguatan kerja sama pendidikan dengan membangun kampus kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Tanah Air.

Presiden dalam forum UKIndonesia Education Roundtable yang digelar di London, Selasa (20/1) menyatakan komitmen Pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonensia. “Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat dikonfirmasi Antara melalui pesan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ket. Foto: Presiden Prabowo bertemu dengan 24 Pimpinan Universitas di Inggris — Sumber: antara

Pertemuan yang berlangsung selama sekitar dua jam itu dihadiri 30 profesor perguruan tinggi papan atas di Inggris. Mereka yang hadir, antara lain mewakili King’s College London, Imperial College London, University of Oxford, University of Cambridge, University of Edinburgh, London School of Economics, Queen Mary University, serta universitas unggulan lainnya.

 Presiden Prabowo merencanakan pembangunan 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi sebagai bagian dari strategi pemerintah memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga medis nasional. Kepala Negara mengatakan kondisi Indonesia masih kekurangan tenaga medis, dengan produksi sekitar 9.000 dokter per tahun, sementara kebutuhan terus meningkat seiring banyaknya dokter yang akan memasuki masa pensiun.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Inggris yang telah menjalin kemitraan dengan sejumlah universitas di RI. “Kita ingin mengajak kerja sama nanti. Mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi,” kata Prabowo.

Presiden menginginkan universitas-universitas baru yang akan dibangun nantinya menerapkan standar pendidikan tinggi Inggris. “Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas- universitas terbaik di Inggris,” kata Prabowo. “Jadi, kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” katanya.

 Dia menyampaikan bahwa universitas- universitas baru tersebut akan menerima lulusanlulusan terbaik, yang akan menerima beasiswa penuh dari pemerintah. Presiden juga mengatakan bahwa Indonesia terbuka menerima dosen dan profesor dari luar negeri. Dia mengemukakan perlunya kerja sama semacam itu untuk mendukung peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan di Indonesia.

Tingkatkan Kualitas

Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Sosial Universitas Airlangga Surabaya, Frederik M. Gasa menilai niat tersebut sangat baik terutama terutama dalam memajukan pendidikan tinggi di bidang STEM dan kedokteran.

Masyarakat kelak memiliki kesempatan untuk dapat berkuliah di perguruan tinggi luar negeri tersebut walau dengan tuition fee yang jauh lebih tinggi dibandingkan perguruan tinggi dalam negeri.

“Akses untuk berkuliah di perguruan tinggi ternama akan semakin terbuka lebar dan jelas bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita,”ungkap Frederik yang juga Pengajar Ilmu Komunikasi Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.