Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Black Box Segera Diserahkan SAR Gabungan ke KNKT, Percepat Proses Investigasi Kecelakaan Pesawat

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 20:24 WIB | Oleh:
Black Box Segera Diserahkan SAR Gabungan ke KNKT, Percepat Proses Investigasi Kecelakaan Pesawat Doc: Antara/HO-Dokumentasi SAR gabungan.
Ket. Tim SAR gabungan menunjukkan benda diduga black box (kotak hitam) usai ditemukan tim khusus pada ekor pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik PT Indonesia Air Transport (IAT) di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1).

MAKASSAR - Tim SAR gabungan segera menyerahkan black box atau kotak hitam pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik PT Indonesia Air Transport (IAT) kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) usai ditemukan di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

"Setelah ditemukan, black box segera diamankan dan diserahkan kepada pihak berwenang yaitu KNKT yang berwenang melakukan investigasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku," kata Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar, Rabu (21/1).

Sebagai Koordinator SMC (SAR Mission Coordinator), ia menjelaskan, penemuan kotak hitam itu ada dua unit, berupa Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

Black box tersebut, kata dia, merupakan bagian krusial dalam rangkaian penanganan kecelakaan pesawat. Keduanya, ditemukan di sekitar badan pesawat oleh tim SAR gabungan saat penyisiran lanjutan di sektor pencarian.

Ia menjelaskan, FDR berfungsi untuk merekam berbagai parameter penerbangan, seperti ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, hingga kinerja mesin.

Data perekaman aktivitas tersebut, kata dia, sangat penting untuk membantu pihak berwenang dalam merekonstruksi kronologi penerbangan sebelum kecelakaan terjadi.

Sementara CVR berfungsi merekam percakapan di dalam kokpit, termasuk komunikasi antarawak pesawat dan suara-suara penting lainnya selama penerbangan.

"Secara umum, perangkat FDR dan CVR disimpan di bagian ekor pesawat. Penempatan ini dirancang karena area ekor dinilai memiliki tingkat ketahanan lebih tinggi saat terjadi benturan, sehingga peluang penyelamatan data menjadi lebih besar," paparnya.

Dengan penemuan kotak hitam ini, kata dia menambahkan, menjadi langkah penting dalam proses investigasi kecelakaan pesawat.

"Tim SAR tetap melanjutkan tugas sesuai mandat, dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban serta pengamanan objek penting di lokasi kejadian," ujarnya menekankan.

Sebelumnya, tim SAR gabungan berhasil menemukan black box di belakang ekor pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillahirrohbilalamin, kita bersyukur bersama pada pukul 11.00 WITA, kita bisa berhasil menemukan diduga black box," kata Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi melalui keterangan videonya diterima di Makassar.

Penemuan dua unit diduga kotak hitam pesawat itu setelah tim yang dibentuk khusus mencari ekor pesawat. Usai menemukan ekor pesawat, tim SAR gabungan melepaskan posisi kotak hitam itu untuk dievakuasi ke Posko SAR AJU di Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulsel. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.