VFS Global Ingatkan WNI Ajukan Visa Lebih Awal dan Hindari Calo Digital
Selasa, 20 Jan 2026, 14:10 WIBJAKARTA - VFS Global mengimbau masyarakat Indonesia untuk mengajukan permohonan visa lebih awal menjelang puncak musim liburan guna menghindari keterlambatan proses dan risiko penipuan digital. Perusahaan layanan visa global ini menegaskan bahwa lonjakan permohonan kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab yang menawarkan jalur cepat ilegal.
Dalam keterangan resminya di Jakarta, VFS Global menekankan bahwa pendaftaran janji temu visa hanya bisa dilakukan melalui situs resmi perusahaan atau portal kedutaan besar. Mereka juga mengingatkan bahwa tidak ada pihak mana pun yang dapat menjamin persetujuan visa karena keputusan sepenuhnya berada di tangan perwakilan diplomatik masing-masing negara.
VFS Global menyebut pendaftaran janji temu tidak dipungut biaya, sehingga masyarakat diminta waspada jika menemukan tawaran slot berbayar di luar sistem resmi. Modus yang paling sering muncul adalah permintaan transfer ke rekening pribadi dengan dalih percepatan layanan atau akses prioritas.
"Kami mengimbau wisatawan untuk mengajukan permohonan visa sesegera mungkin agar tidak hanya menghindari keterlambatan, tetapi juga menurunkan risiko terjebak penipuan yang memanfaatkan situasi darurat pemohon," ujar Chief Operating Officer Australasia, Tiongkok, dan RCIS VFS Global Simon Peachey.
Ia menegaskan bahwa pemesanan janji temu resmi tidak dipungut biaya dan hanya tersedia di situs resmi perusahaan.
Selain itu, VFS Global menyatakan tidak bekerja sama dengan agen eksternal dalam alokasi janji temu serta tidak terlibat dalam penempatan kerja atau layanan imigrasi di luar negeri. Masyarakat juga diminta tidak membagikan data pribadi, kode OTP, maupun melakukan pembayaran melalui pesan media sosial, email, SMS, atau panggilan telepon.
Untuk memperkuat perlindungan konsumen, VFS Global menyediakan kanal pelaporan bagi masyarakat yang menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan perusahaan. Perusahaan juga mendorong korban untuk melapor ke aparat penegak hukum agar penindakan bisa dilakukan secara lebih luas dan terkoordinasi.
Saat ini, VFS Global melayani 24 pemerintah asing di Indonesia melalui jaringan puluhan pusat layanan di berbagai kota besar di Indonesia. Perusahaan berharap edukasi publik yang masif dapat menekan praktik percaloan digital sekaligus meningkatkan literasi masyarakat dalam mengakses layanan visa secara resmi dan aman.
Berdasarkan data resmi, VFS Global melayani pengajuan visa untuk 24 pemerintah asing di Indonesia, yaitu:
- Austria
- Bulgaria
- Kanada
- Kroasia
- Republik Ceko
- Denmark
- Finlandia
- Jerman
- Hungaria
- Italia
- Jepang
- Arab Saudi
- Latvia
- Malta
- Selandia Baru
- Norwegia
- Portugal
- Singapura
- Swedia
- Swiss
- Belanda
- Uni Emirat Arab
- Inggris
- Ukraina
Layanan tersebut tersebar di jaringan pusat pengajuan visa yang berada di Bali, Jakarta, Makassar, Medan, dan Surabaya.
- Visa
- Wisatawan Indonesia
- Visa Indonesia
- VFS Global
- Visa Liburan
- Musim Liburan
- Layanan Visa
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Polisi Geledah Agensi Psy Terkait Dugaan Penyalahgunaan Obat Tidur
-
Maroko Berduka: Insiden Bangunan Runtuh Renggut 22 Korban Tewas
-
Joan Laporta Kembali Terpilih sebagai Presiden Barcelona
-
UI Investigasi Dugaan Pelecehan Verbal 16 Mahasiswa FHUI
-
ITS Perkuat Ekosistem Inovasi dan Riset dengan Sains Techno Park
-
ASDP Perkuat Konektivitas Wakatobi untuk Wisata dan Ekonomi
-
Kepala Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas oleh Serangan Udara Israel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.