Gubernur Sulsel Respons Opsi Modifikasi Cuaca untuk Cari Korban Pesawat ATR
Selasa, 20 Jan 2026, 09:04 WIBPANGKEP â Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, merespons opsi modifikasi cuaca dalam membantu proses pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 oleh tim SAR gabungan yang terkendala cuaca ekstrem di wilayah Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel.
"Memang ada kendala-kendala cuaca. Kita hari ini Insya Allah bersurat (ke BMKG) untuk melaksanakan modifikasi cuaca. Mudah-mudahan nanti bisa kita diberikan akses-akses lebih luas, terutama evakuasi dari udara," ujar Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menjawab pertanyaan wartawan di Posko SAR AJU, Desa Tompo Bulu, Pangkep, Senin (19/1).
Mengenai kapan pelaksanaan modifikasi cuaca tersebut, ia mengatakan secepatnya dilaksanakan oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setelah disurati permohonan modifikasi cuaca agar hujan tidak menghambat evakuasi.
"Hari ini kami sudah proses (menyurat) dan mudah-mudahan ini bisa dilakukan dengan cepat. Nanti kita koordinasikan dengan BMKG. Tapi yang pasti kita ini (evakuasi jalur) darat sudah ada bergerak, dan menemukan beberapa bukti-bukti yang bisa menjadi petunjuk-petunjuk," tuturnya.
Dari informasi evakuasi melalui jalur darat, kata dia, bisa sampai tiga jam menuju titik lokasi karena medannya cukup sulit. Selain tim SAR gabungan, pelibatan masyarakat setempat diberdayakan guna membantu serta memberikan petunjuk jalur alternatif dapat mempercepat evakuasi.
Merespons permintaan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil menyatakan pihaknya melaksanakan modifikasi cuaca demi mendukung kelancaran evakuasi maupun pencarian korban lainnya.
"Modifikasi cuaca ini supaya teman-teman bisa lihat, ini cuaca yang mungkin agak mengganggu dari operasi udara. Harapannya, di udara nanti bisa dimodifikasi sehingga tim udara bisa lebih maksimal lagi," katanya.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), kata Nusrol, untuk mendukung kelancaran operasi SAR Gabungan dan telah menyiapkan pesawat khusus BKSSN dari Semarang, Jawa Tengah, menuju Kota Makassar.
Sistem OCM ini dengan menaburkan bahan tertentu seperti Kalsium Oksida (CaO) di lokasi pencarian guna mengendalikan curah hujan maupun mengurangi pembentukan awan hujan.
"Biasanya kalau untuk darat itu CaO kapur, untuk menghilangkan potensi awan-awan hujan. Jadi akan lebih menguap, karena kapur seperti sistem kapur barus, lebih menguap," paparnya.
Sebelumnya, Kepala Basarnas RI  Mohammad Syafiiopsi mengatakan OMC menjadi salah satu cara dalam membantu pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
"Kondisi cuaca ini juga (ekstrem) dan telah kita koordinasikan. Mudah-mudahan bisa kita laksanakan OMC, sehingga bisa membantu untuk percepatan pelaksanaan operasi SAR," ujarnya.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia
-
Pos Lantas Dilempar Molotov, Polda Jatim Pastikan Surabaya Tetap Kondusif
-
Polemik 'Londo Ireng', Pengamat Nilai Kritik Harus Tetap Dijamin dalam Demokrasi
-
Ingat Pesan Dokter Ini, Obesitas Dapat Meningkatkan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2
-
Kobexindo Perkuat Sektor Agribisnis, Kenalkan Develon DX60D dan DX80D
-
Jangan Sampai Anak Terjerat Judi Online! MUI Lebak Minta Orang Tua Awasi Medsos
-
Kalbar Akan Bangun Pusat Riset Pertanian di Singkawang, Menggandeng Tiongkok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.