Pemprov Maluku Maksimalkan Peran Masyarakat Peduli Api

Senin, 19 Jan 2026, 15:52 WIB

AMBON -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku mengoptimalkan peran gerakan masyarakat peduli api sebagai upaya menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Haikal Baadila di Ambon, Senin, mengatakan gerakan masyarakat peduli api melibatkan warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan agar berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan dini kebakaran.

Ket. Foto: Kebakaran hutan di wilayah Saparua Maluku. — Sumber: ANTARA/HO-Polsek Saparua

“Gerakan masyarakat peduli api yaitu mereka yang tinggal di sekitar kawasan hutan yang kami berikan pembinaan serta bantuan alat-alat pemadam kebakaran sederhana,” katanya.

Dengan dibentuk gerakan tersebut, katanya, masyarakat sekitar kawasan hutan dapat membantu pemerintah meminimalkan risiko terjadinya kebakaran, baik akibat aktivitas manusia, pembukaan lahan, maupun faktor alam, seperti cuaca panas.

“Mereka dapat menginformasikan risiko atau peristiwa kebakaran ke Dinas Kehutanan atau pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

Selain mengoptimalkan peran masyarakat, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku juga menyiapkan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran hutan, di antaranya pengadaan mobil pemadam kebakaran, alat pelindung diri, serta perlengkapan pendukung lainnya.

“Diharapkan dari sisi sarana dan prasarana, upaya pencegahan ini bisa meminimalkan kebakaran hutan. Kami juga terus memantau potensi titik api di Maluku melalui aplikasi Sipongi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” katanya.

Pihaknya secara intensif melakukan pendekatan dan penyuluhan kepada masyarakat agar menghindari aktivitas berisiko yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok di kawasan hutan, membuat api unggun jauh dari sumber air, hingga membuka lahan dengan cara membakar.

“Maka kami mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga dan melestarikan hutan agar masih bisa dinikmati oleh anak cucu kita di masa yang akan datang,” ujarnya.

Upaya tersebut dinilai penting menyusul terjadinya kebakaran hutan di kawasan Hutan Tanjung Sombayang, Dusun Haria Perat, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, pada Minggu (18/1).

Kebakaran seluas sekitar dua hektare itu berhasil dipadamkan melalui upaya manual masyarakat setempat setelah api berkobar selama beberapa jam.

Saat ini berdasarkan data Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, luas kawasan hutan di Maluku mencapai sekitar 3,9 juta hektare yang terdiri atas hutan konservasi seperti Taman Nasional Manusela, hutan lindung, dan hutan produksi.

  • Masyarakat Peduli Api

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.