- Home
-
- Megapolitan
-
- Operasi Modifikasi Cuaca B...
Operasi Modifikasi Cuaca Bukan Buat Stop Hujan, BPBD DKI Luruskan Persepsi
Sabtu, 17 Jan 2026, 11:10 WIBJAKARTA â Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali digelar di Jakarta sebagai salah satu upaya mengurangi potensi hujan lebat. Lewat penyemaian awan yang dilakukan dari udara, pemerintah berusaha âmengatur waktu hujanâ agar tidak turun bersamaan di wilayah rawan banjir.
Meski terdengar canggih, tujuannya cukup sederhana: menurunkan intensitas hujan sebelum awan masuk ke kawasan padat penduduk. Dengan begitu, curah hujan bisa tersebar lebih merata dan risiko genangan di ibu kota diharapkan berkurang.
OMC dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi cuaca harian dan pergerakan awan. Tim di lapangan terus memantau data meteorologi agar penyemaian dilakukan pada waktu dan lokasi yang tepat.
Bagi warga, mungkin yang terasa hanya hujan yang tak jadi turun deras. Tapi di balik langit Jakarta, ada upaya ekstra agar aktivitas kota tetap berjalan dan banjir tak kembali jadi tamu utama.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menjelaskan bahwa tujuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bukan untuk menghentikan hujan di kota metropolitan ini.
âKita tidak bisa menghentikan hujan. Kita hanya mengalihkan,â kata Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (17/1).
Yohan memaparkan, pada saat OMC dilakukan, pesawat yang ditugaskan akan mengejar awan yang berada di atas laut. Kemudian proses penebaran garam baru dilakukan.
Seluruh proses tersebut telah diperhitungkan dengan baik bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
âSeperti kemarin yang kita sasar itu di Selat Sunda. Awan-awan yang berpotensi masuk ke wilayah Jawa Barat dan Jakarta, kita gugurkan di atas laut," katanya.
Sehingga, kata dia, tujuan penaburan garam di awan tersebut adalah agar hujan turun di atas laut dan tidak sampai ke daratan.
Yohan pun memastikan bahwa tidak ada dampak negatif terhadap alam yang akan terjadi dari proses OMC tersebut sebab semua dilakukan sesuai dengan aturan yang sudah diperhitungkan.
âOMC ini kan ilmu yang diturunkan sama Allah juga ya. Jadi, bukan melawan kehendak. Ada yang namanya hukum kekekalan energi, yang namanya hujan itu kan salah satu bentuk energi," katanya.
Energi itu hanya bisa dialihkan, bukan dihilangkan. "Jadi, kira-kira seperti itu. Kalau dibilang dampak apa, ya nggak ada dampak apa-apa," katanya.
Pada Jumat (16/1), BPBD DKI Jakarta telah melakukan OMC untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi dengan menyemai 1,6 ton garam (NaCl).
Pelaksanaan OMC akan dilakukan selama lima hari, mulai 16 hingga 20 Januari 2026 dan dilaksanakan secara terpadu bersama BMKG serta TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Pada hari pertama, dilaksanakan dua sorti penerbangan dengan total bahan semai 1.600 kilogram (kg) garam atau Natrium Klorida (NaCl) yang disebarkan di wilayah perairan Selat Sunda untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan sehingga presipitasi terkonsentrasi di perairan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji menyampaikan, sorti pertama dilaksanakan pada pukul 13.28â14.48 WIB. Pada sorti ini, sebanyak 800 kg NaCl disemai pada ketinggian terbang 8.000-12.000 kaki untuk mendukung pengendalian pertumbuhan awan hujan.
Untuk sorti kedua dilaksanakan pada pukul 15.40-17.30 WIB dengan ketinggian terbang 9.000 kaki dan jumlah bahan semai yang digunakan pada sorti ini juga seberat 800 kg NaCl.
Pelaksanaan OMC hari pertama ini dilakukan dengan fokus penyemaian di wilayah perairan sebagai bagian dari strategi mitigasi dini untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan sebelum bergerak menuju wilayah daratan Jakarta.
- BPBD DKI
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Modifikasi Cuaca untuk Mencegah Cuaca Esktrem Kembali Dilakukan BPBD DKI
-
Pemprov Lampung Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Risiko Bencana Hidrometeorologi
-
BPBD: Modifikasi Cuaca Bukan untuk Hentikan Hujan di Wilayah Jakarta
-
15 Ton Garam Tambahan untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Wilayah Riau
-
2,4 Ton Garam Higroskopis Diguyurkan di Langit Sukabumi Hingga Ujung Kulon
-
Indonesia Great Sale 2025 Momentum Gerakkan Wisata Belanja di Indonesia
-
Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina Dijatuhi Hukuman Mati atas Kejahatan Kemanusiaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.