- Home
-
- Megapolitan
-
- Tetap Pakai Masker! Kualit...
Tetap Pakai Masker! Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Sabtu Ini
Sabtu, 27 Sep 2025, 08:47 WIBJAKARTA - Kualitas udara Kota Jakarta pada Sabtu (27/9) ini tidak sehat bagi kelompok sensitif sehingga disarankan mengenakan masker saat berada di luar rumah, demikian menurut laman IQAir dengan pembaruan pada pukul 08.00 WIB.
IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 144 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 53 mikrogram per meter kubik atau 10,6 lebih tinggi nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih lebih kecil 2,5 mikron (mikrometer) yang ditemukan di udara termasuk debu, asap dan jelaga. Paparan partikel ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.
Rekomendasi kesehatan terkait kualitas udara saat ini selain mengenakan masker, juga menghindari beraktivitas di luar ruangan, menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor dan menyalakan penyaring udara.
Adapun kualitas udara Jakarta tercatat berada pada urutan keempat terburuk di Indonesia, setelah Bandung (Jawa Barat) dengan poin 168, Serpong, Tangerang (153) dan Tangerang Selatan, Banten (153).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat penurunan kualitas udara di Jakarta tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas di dalam wilayah saja, tetapi juga oleh kondisi meteorologi dan kontribusi dari daerah-daerah aglomerasi di sekitarnya, seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur.
Berdasarkan inventarisasi emisi yang telah dilakukan, diketahui sektor transportasi dan industri masih menjadi dua sumber utama pencemar udara di Jakarta.
Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta saat ini fokus pada pengendalian emisi dari dua sektor tersebut melalui sejumlah langkah antara lain memasyarakatkan penggunaan transportasi umum massal dan mewajibkan uji emisi kendaraan bermotor disertai penegakan hukum terutama untuk kendaraan berat.
Upaya lainnya, yakni mengembangkan "Early Warning System" (EWS) untuk polusi udara sebagai bagian dari langkah antisipasi dan responsif dalam mengatasi pencemaran udara di Ibu Kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan sistem ini akan memberikan informasi kualitas udara secara "real-time" hingga tiga hari ke depan, termasuk rekomendasi langkah mitigasi yang dapat dilakukan masyarakat, seperti mengenakan masker atau membatasi aktivitas di luar ruangan.
Menurut Asep, sistem tersebut dirancang tidak hanya sebagai dasar pengambilan kebijakan yang berbasis data, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan warga dari dampak buruk polusi udara.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Dampak Abu Vulkanik, HBKB Jakarta Diakhiri Lebih Awal dan Petugas Bagikan Masker
-
Kemarau Panjang Ancam Kalimantaran Timur, BMKG Peringatkan Warga
-
Makin Menjadi, Kebakaran Bromo Merambat ke 'Negeri di Atas Awan' B29
-
Kerap Merugi, Pemkab Kudus Lepas Pengelolaan Taman Krida ke Swasta
-
Tata Kelola AI dan Keamanan Siber Jadi Kunci Hadapi Ancaman Digital
-
BBKSDA Sulsel Bersama Komunitas Memperketat Patroli Hutan Malino
-
IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.