Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, Puluhan Gempa Erupsi Terekam dalam Hitungan Jam

📅 Jumat, 16 Jan 2026, 14:00 WIB | Oleh:
Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, Puluhan Gempa Erupsi Terekam dalam Hitungan Jam Doc: ANTARA News

JAKARTA - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih menunjukkan intensitas tinggi. Badan Geologi memastikan status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tetap berada pada Level III atau Siaga, seiring terjadinya awan panas guguran dan peningkatan aktivitas kegempaan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan visual dan instrumental pada Rabu (14/1) mencatat sedikitnya dua kejadian awan panas guguran. Fenomena tersebut meluncur sejauh lima kilometer dari puncak menuju sektor tenggara, tepatnya ke arah Besuk Kobokan.

Awan panas guguran dengan karakteristik serupa juga teramati dalam periode 7 hingga 14 Januari 2026. Aktivitas tersebut disertai guguran material vulkanik dari puncak gunung, menandakan dinamika erupsi yang masih berlangsung.

Dari hasil pengamatan seismik, aktivitas Gunung Semeru masih didominasi oleh gempa letusan atau erupsi, gempa guguran, gempa embusan, serta tremor harmonik. Menurut Lana, pola kegempaan ini mengindikasikan masih adanya suplai material dari bawah permukaan yang dilepaskan ke permukaan melalui aktivitas letusan dan hembusan.

Selain itu, parameter variasi kecepatan seismik atau dv/v menunjukkan fluktuasi dengan simpangan yang cukup besar. Kondisi tersebut menandakan sistem vulkanik berada dalam fase relaksasi, meski tetap memiliki kerentanan terhadap peningkatan tekanan sewaktu-waktu.

Di sisi lain, pemantauan deformasi tubuh gunung menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Hingga saat ini belum terdeteksi adanya akumulasi tekanan baru di bawah permukaan Gunung Semeru.

Badan Geologi kembali menegaskan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat seiring status Siaga yang masih berlaku. Warga, pengunjung, maupun pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko. Masyarakat juga diminta tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak, yang berpotensi meluas hingga 17 kilometer mengikuti aliran Besuk Kobokan.

Selain ancaman awan panas dan guguran lava, warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru pada Kamis (15/1/2026) pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat aktivitas kegempaan masih tinggi. Dalam rentang waktu enam jam tersebut, terdeteksi 35 kali gempa letusan atau erupsi, satu kali gempa guguran, satu kali gempa embusan, serta satu kali gempa vulkanik dalam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.