- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Siap Ambil Tindakan Ker...
AS Siap Ambil Tindakan Keras Jika Iran Eksekusi Pengunjuk Rasa
Kamis, 15 Jan 2026, 01:05 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Selasa (13/1) mengatakan bahwa AS siap mengambil âtindakan yang sangat kerasâ jika laporan mengenai rencana Iran untuk mengeksekusi para pengunjuk rasa terbukti benar.
âSaya belum mendengar soal hukuman gantung itu. Jika mereka menggantung orang-orang tersebut, Anda akan melihat beberapa hal terjadi. Kami akan mengambil tindakan yang sangat keras jika mereka melakukan hal seperti itu,â kata Trump dalam wawancara dengan CBS News.
Saat ditanya mengenai tujuan akhirnya terhadap Iran, Trump menjawab, âTujuan akhirnya adalah menang. Saya suka menang.â
Pernyataan Trump itu disampaikan setelah ia dimintai penjelasan mengenai unggahan sebelumnya di media sosial miliknya, Truth Social, yang berbunyi, âBantuan sedang dalam perjalanan.â
âYa, ada banyak bantuan yang sedang dalam perjalanan, dalam berbagai bentuk, termasuk bantuan ekonomi. Kami telah melumpuhkan Iran dalam hal kapasitas nuklirnya,â kata Trump, merujuk pada serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.
Menyoroti belum jelasnya jumlah korban dalam aksi protes yang masih berlangsung di Iran, Trump mengatakan belum ada pihak yang mampu memberikan angka pasti mengenai jumlah korban tewas.
âJika mereka ingin melakukan protes, itu satu hal. Tetapi ketika mereka mulai membunuh ribuan orang, dan sekarang Anda memberi tahu saya tentang hukuman gantung, kita akan lihat bagaimana hasilnya bagi mereka. Itu tidak akan berakhir baik,â ujarnya.
Tinggalkan Iran
Mengutip organisasi non-pemerintah Iran yang berbasis di AS dan Norwegia, stasiun televisi Fox News, Senin (12/1) melaporkan bahwa keluarga pengunjuk rasa yang ditangkap, Erfan Soltani, telah diberi tahu bahwa pria berusia 26 tahun itu dijatuhi hukuman mati dan eksekusinya dijadwalkan berlangsung pada Rabu.
Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran (kantor kedutaan secara maya di internet, karena AS tidak memiliki hubungan diplomatik formal atau misi kedutaan di Iran sejak 1980), Selasa (13/1) mengimbau warga AS agar segera meninggalkan Iran seiring meningkatnya ketegangan dan aksi unjuk rasa di seluruh negeri.
âWarga negara AS harus segera meninggalkan Iran. Pertimbangkan untuk keluar melalui jalur darat menuju Turki atau Armenia, jika aman untuk dilakukan,â demikian pernyataan peringatan keamanan tersebut, yang juga meminta warga AS merencanakan keberangkatan tanpa mengandalkan bantuan pemerintahnya.
Kedutaan tersebut juga mengingatkan bahwa warga negara AS yang memiliki kewarganegaraan ganda AS-Iran harus meninggalkan Iran menggunakan paspor Iran, karena pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan mereka semata-mata sebagai warga negara Iran.
- Krisis Politik
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pengurus PWI Pusat Laporkan HPN 2026 ke KSP
-
AJI Mengecam Tindak Kekerasan Oknum Polisi kepada Dua Jurnalis Sukabumi
-
Akibat Sampah Menumpuk DLH Rejang Lebong Tambah Jam Kerja Petugas Pengangkut Sampah
-
Menyusuri Keajaiban Kota Wisata Batu Destinasi Populer bagi Wisatawan
-
Krisis Politik Nepal: Presiden dan Panglima Bahas Kandidat Pemimpin Sementara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.