Tambang Emas PT Intam di Sumbawa Ajukan IPO di BEI

Selasa, 13 Jan 2026, 09:16 WIB

MATARAM - Tambang emas yang dikelola oleh PT Intam di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) ajukan Initial Public Offering (IPO) untuk masuk bursa efek Indonesia (BEI) tahun 2026.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Syamsudin di Mataram, Selasa (13/1), mengatakan tambang yang beroperasi di tiga kecamatan di Kabupaten Sumbawa itu berada di dalam kawasan seluas 18.500 hektare.

"Sudah memiliki izin operasi produksi," ujarnya.

Ia mengatakan meski mengantongi izin operasi produksi. Namun, hingga kini perusahaan yang dimiliki oleh salah satu orang terkaya di Indonesia itu belum menyampaikan laporan kegiatan maupun laporan akhir kegiatan berkala (LAKB).

"Sampai hari ini kami belum menerima laporan, baik terkait aktivitas-nya maupun hasil produksinya," terang Syamsudin.


Syamsudin menegaskan izin eksplorasi PT Intam telah terbit sejak 2015. Kendati demikian, pihaknya belum memastikan kapan izin produksi diterbitkan.

"Selama saya menjabat tiga bulan ini, belum ada satu lembar pun laporan dari PT Intam. Makanya ini sedang kami cek ke teman-teman teknis bagaimana proses dan status perizinan-nya," ucapnya.

Ia menyatakan wilayah tambang PT Intam berada di kawasan Ropang bagian timur dan tidak termasuk wilayah pertambangan rakyat (WPR) dengan luas konsesi mencapai sekitar 18.500 ribu hektare lebih.

"Ini lain sih dengan IPR, jauh. Ini kan daerah Ropang ke bagian timurnya, yang ke timurnya wilayah Ropang PT Intam ini," katanya.

Ket. Foto: Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Syamsudin. — Sumber: ANTARA


Berdasarkan data Minerba One Data Indonesia (MODI), PT Intam dipegang oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk sebesar 65 persen dan PT Panca Sakti Cemerlang sebesar 35 persen.

Eksplorasi emas PT Intam di Sumbawa dalam laporan aktivitas hingga Januari 2026. Salah satu prospek utama mereka adalah menemukan zona mineralisasi emas dengan kadar mencapai 1,27 part per million (ppm).

Kegiatan eksplorasi dilakukan di wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) PT Intam, dengan lahan seluas sekitar 18.500 hektare yang mencakup Kecamatan Lantung, Ropang, dan Lenangguar. Hingga Januari 2026, biaya eksplorasi yang telah dikucurkan mencapai Rp6,68 miliar.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.