Pemprov Kalteng Fokus pada Program Prioritas Sikapi Penurunan APBD 2026

Selasa, 13 Jan 2026, 13:40 WIB

PALANGKA RAYA - Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kalimantan Tengah (Kalteng) Leonard S Ampung mengatakan, menyikapi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi 2026, pemerintah daerah menerapkan prinsip efisiensi dan efektivitas secara ketat dalam penggunaan anggaran.

“Pembangunan harus benar-benar dilakukan berdasarkan skala prioritas, sehingga belanja yang dilakukan adalah belanja yang betul-betul memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Leonard di Palangka Raya, Selasa (13/1).

Ket. Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kalimantan Tengah (Kalteng) Leonard S Ampung — Sumber: antara foto

Diketahui APBD Kalteng 2026 mengalami penurunan signifikan sehingga pemerintah daerah harus memfokuskan pembangunan pada sektor-sektor prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Komunikasi, Persandian, Informatika, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, APBD 2026 tercatat sebesar sekitar Rp5,4 triliun atau turun 34,71 persen dibanding APBD 2025 yang mencapai Rp8,3 triliun.

Penurunan tersebut menyebabkan ruang fiskal pemerintah daerah semakin terbatas dan menuntut pengelolaan anggaran yang lebih selektif, efisien, serta terukur.

Leonard menyatakan, Pemprov Kalteng tetap berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan dan kualitas pelayanan publik, melalui kebijakan penghematan serta penetapan prioritas yang jelas.

Menurutnya, alokasi anggaran difokuskan pada sektor wajib dan strategis, seperti pendidikan, kesehatan, serta pembangunan infrastruktur vital.

“Dengan pengelolaan anggaran yang terarah dan kolaboratif, kami berupaya menjaga kualitas layanan publik meskipun di tengah keterbatasan fiskal,” ujarnya.

Leonard menjelaskan, penurunan APBD berdampak pada perlunya penyesuaian program pembangunan, termasuk pengurangan belanja rutin dan belanja nonprioritas.

“Otomatis belanja yang tidak mendesak dikurangi dan diarahkan pada pelayanan publik serta proyek-proyek strategis,” katanya.

Ia menambahkan, arah pembangunan Kalteng pada 2026 dipusatkan pada tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur strategis.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga berupaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) serta mendorong peran badan usaha milik daerah (BUMD).

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.