- Home
-
- Megapolitan
-
- Warga TPU Kebon Nanas Dire...
Warga TPU Kebon Nanas Direlokasi ke Rusunawa Pulo Gebang, Pramono Serahkan Kunci Hunian
Senin, 12 Jan 2026, 15:45 WIBJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerahkan kunci hunian kepada warga yang direlokasi dari kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas ke Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Pulo Gebang, Jatinegara, Jakarta Timur. Penyerahan kunci dilakukan pada Senin (12/1) sebagai bagian dari program penataan kawasan pemakaman dan peningkatan kualitas hunian warga.
Relokasi ini merupakan langkah Pemprov DKI Jakarta untuk menata kembali kawasan TPU yang selama ini telah ditempati warga selama puluhan tahun. Di sisi lain, kebijakan ini juga ditujukan untuk menjawab keterbatasan lahan pemakaman di Jakarta.
Pramono menyampaikan bahwa dari total 103 kepala keluarga yang bermukim di kawasan TPU Kebon Nanas, sebanyak 73 kepala keluarga bersedia mengikuti program relokasi ke rumah susun. Sementara itu, 30 kepala keluarga lainnya memilih untuk mencari hunian secara mandiri di luar program Pemprov DKI.
"Relokasi tahap pertama telah kami laksanakan pada 6 Januari 2026 terhadap 27 kepala keluarga ke lima lokasi rumah susun, termasuk Rusunawa Pulo Gebang. Pemprov DKI memberikan kebebasan penuh kepada warga untuk memilih tempat tinggal yang paling sesuai dengan kondisi mereka," ujar Gubernur Pramono.
Menurut Pramono, persoalan keterbatasan lahan TPU di Jakarta sudah berada pada tahap yang cukup mengkhawatirkan. Dari total 80 TPU yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta, sebanyak 69 TPU sudah tidak dapat beroperasi secara normal dan terpaksa menerapkan sistem makam tumpang tindih.
"Hanya 11 TPU yang masih memiliki daya tampung. TPU Kebon Nanas sendiri sudah tidak memungkinkan lagi dimanfaatkan secara optimal jika tidak segera ditata," kata Pramono.
Melalui relokasi warga, lahan TPU Kebon Nanas yang sebelumnya ditempati permukiman dapat kembali difungsikan sesuai peruntukannya. Pemprov DKI menargetkan area tersebut dapat menampung sekitar 1.000 petak makam baru untuk memenuhi kebutuhan pemakaman warga Jakarta.
"Ini adalah langkah strategis sebelum kita memiliki lahan TPU baru yang lebih luas, penataan ini dilakukan demi kepentingan masyarakat yang lebih besar," ujarnya.
Gubernur Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang bersedia direlokasi, mengingat sebagian besar telah tinggal di kawasan TPU Kebon Nanas selama 25 hingga 30 tahun. Menurutnya, keputusan untuk pindah bukan hal yang mudah bagi warga yang sudah lama menetap.
"Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh 103 keluarga yang mendukung langkah ini. Ini bukan keputusan ringan, tetapi sangat berarti bagi penataan kota ke depan," ucap Pramono.
Untuk membantu proses adaptasi, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah fasilitas bagi warga relokasi. Salah satunya adalah pembebasan biaya sewa rusun selama enam bulan serta fasilitas gratis seumur hidup bagi warga lanjut usia.
Pemprov DKI juga memastikan Rusunawa Pulo Gebang memiliki fasilitas yang layak dan mendukung kehidupan warga. Fasilitas tersebut meliputi ruang terbuka hijau, sarana olahraga, tempat ibadah, hingga area bermain anak.
Salah satu warga relokasi, Guntur, mengaku bersyukur dengan hunian baru yang diterimanya. Ia menilai fasilitas yang tersedia di Rusunawa Pulo Gebang jauh lebih baik dan mendukung kenyamanan keluarga.
"Kami bersyukur karena fasilitasnya lengkap, mulai dari taman bermain, lintasan joging, masjid, lapangan futsal, hingga ruang terbuka hijau, anak-anak juga merasa betah tinggal di sini," kata Guntur.
Sebagai informasi, relokasi warga dari kawasan TPU Kebon Nanas memungkinkan lahan seluas 3.754 meter persegi kembali difungsikan secara optimal. Lahan tersebut diproyeksikan dapat menampung sekitar 1.000 makam baru untuk menjawab kebutuhan ruang pemakaman di Jakarta.
- Pulo Gebang
- Rusunawa
- Pemprov DKI Jakarta
- Penataan Kota
- Gubernur DKI Pramono Anung
- Hunian
- TPU Kebon Nanas
- Relokasi Warga
- Relokasi Warga TPU Kebon Nanas
- Rusunawa Pulo Gebang
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.