- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump: AS Awasi Iran Secar...
Trump: AS Awasi Iran Secara Ketat, Opsi Tindakan Dikaji
Senin, 12 Jan 2026, 11:20 WIBWASHINGTON â Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) sedang menimbang berbagai opsi sebagai respons atas laporan penindakan mematikan di Iran yang terjadi pada pekan ketiga gelombang protes nasional. Namun, ia menambahkan bahwa para pemimpin di Teheran juga telah menghubungi pihak AS untuk mengupayakan pembicaraan.
âKami menanganinya dengan sangat serius. Militer juga sedang mengkajinya, dan kami mempertimbangkan sejumlah opsi yang sangat kuat,â kata Trump kepada wartawan pada 11 Januari di pesawat Air Force One saat ia kembali ke Washington dari kediamannya di Mar-a-Lago. âKami akan mengambil keputusan.â
Aksi protes massal di seluruh Iran, yang dipicu krisis mata uang dan keruntuhan ekonomi namun kian mengarah pada penentangan terhadap sistem pemerintahan yang berkuasa, telah menjadi tantangan paling serius bagi Republik Islam tersebut sejak 1979.
Menurut Human Rights Activist News Agency, yang memantau protes di 186 kota di 31 provinsi Iran, terdapat lebih dari 540 kematian yang terkonfirmasi serta lebih dari 10.000 penangkapan dalam rangkaian protes tersebut.
Akses komunikasi sebagian besar masih terputus, sehingga menyulitkan pemantauan cakupan penuh dari gerakan protes itu.
AS dan Iran telah lama tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.
AS memutuskan hubungan pada 1980 setelah kelompok mahasiswa militan Iran menyita Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran beserta stafnya pada November 1979, yang memicu krisis sandera selama 444 hari.
Trump mengatakan para pemimpin Iran telah menghubungi untuk melakukan perundingan pada 10 Januari.
âSebuah pertemuan sedang disiapkan,â ujarnya tanpa merinci lebih lanjut. âNamun kami mungkin harus bertindak, karena apa yang terjadi, sebelum pertemuan itu.â
Trump juga menyampaikan pada 11 Januari bahwa ia mungkin akan menjajaki upaya untuk membantu memulihkan komunikasi internet melalui layanan Starlink milik Elon Musk.
âKami mungkin bisa menyalakan kembali internet, jika itu memungkinkan,â kata Trump kepada wartawan. âKami mungkin akan berbicara dengan Elon Musk. Saya akan meneleponnya segera setelah selesai berbicara dengan Anda.â
Tindakan Militer
Sementara Presiden Masoud Pezeshkian mengambil nada yang lebih mendamaikan dan mendorong dialog, sejumlah pejabat lain memperingatkan akan digelarnya pengadilan cepat bahkan ancaman hukuman mati, seiring meluasnya kerusuhan dan bertambahnya korban jiwa.
Trump secara terbuka menyatakan dukungan kepada para pengunjuk rasa dan mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer AS terhadap rezim Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang membuat sekutu maupun lawan sama-sama merasa resah.
âIran sedang menatap KEBEBASAN, mungkin seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Amerika Serikat siap membantu!!!â tulis Trump di media sosial pada 10 Januari.
Sebagai respons, Iran memperingatkan Amerika Serikat dan Israel bahwa pihaknya akan melakukan pembalasan jika diserang.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Ditandatangani di Eropa Dalam Beberapa Hari ke Depan
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Aturan Tak Tertulis Berpakaian Anggota Kabinet, Ternyata Trump Tidak Menyukai Sepatu Coklat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.