Kabar Baik untuk Warga Bekasi: IPA Tambun Utara Direaktivasi, Layanan Air Ditingkatkan

Senin, 12 Jan 2026, 20:00 WIB

KABUPATEN BEKASI - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengaktifkan kembali Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tambun Utara setelah sempat tidak berfungsi selama lima bulan, sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan air bersih warga Kabupaten Bekasi.

"Ini komitmen kami mewujudkan salah satu visi misi perusahaan yakni memberikan nilai bagi masyarakat dan berorientasi pada kepuasan pelanggan," kata Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Luthfi Hasan di Cikarang, Senin.

Ket. Foto: Instalasi pengolahan air milik Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi di wilayah Kantor Cabang Pembantu Tambun Utara. — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Ia menjelaskan IPA Tambun Utara yang berlokasi di Desa Karangsatria memiliki kapasitas 50 liter per detik dan mampu produksi air bersih 24 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya pelanggan Kecamatan Tambun Utara.

"Kami reaktivasi kembali karena sebelumnya sudah tidak berfungsi sejak mati selama lima bulan terakhir. Saya sudah instruksikan jajaran untuk mengatasi persoalan ini demi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat," katanya.

Kepala Kantor Perumda Tirta Bhagasasi Cabang Pembantu Tambun Utara Nailul Author mengungkapkan perjuangan mengaktifkan kembali instalasi pengolahan air tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan serta melalui proses relatif panjang.

"Saya datang ke lokasi, mencoba untuk fungsikan kembali. Saya panggil orang produksi, orang laboratorium. Biar diperiksa semua olah ahlinya. Ternyata masih ada bau. Akhirnya saya stop dulu," katanya.

Dirinya bersama tim kembali mencoba memperbaiki hingga air yang diproduksi oleh IPA tersebut layak didistribusikan kepada pelanggan dengan salah satu indikator sumber bahan baku telah berubah menjadi lancar, jernih maupun tidak berbau.

"Terbantu juga oleh pekerjaan normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah daerah karena membuat air baku kembali jernih dan lumpur yang sebelumnya mengendap pun terbuang. Hasilnya kami koordinasikan lagi ke pusat sampai akhirnya disetujui untuk aktivasi kembali," ujarnya.

Anggota Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi Romli Romliandi menyebut reaktivasi IPA Tambun Utara sebagai bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada pelanggan sekaligus memperluas cakupan pelayanan sesuai perencanaan bisnis perusahaan.

"Jadi sebagaimana bussiness plan hingga 2029 serta arahan kepala daerah selaku kuasa pemilik modal, cakupan layanan pelanggan berada di 60 persen pada akhir periode itu," katanya.

Dia mengaku cakupan air bersih melalui sistem perpipaan saat ini baru menyentuh 40 persen pelanggan dari total penduduk Kabupaten Bekasi atau sebanyak 330.000 kepala keluarga.

Perusahaan juga berencana memasang jaringan baru untuk memperluas cakupan pelayanan hingga ke wilayah pelosok Kabupaten Bekasi dengan proyeksi penambahan 15.000-16.000 sambungan langganan (SL) setelah jaringan baru terinstal.

"Tiap tahun ditargetkan pemasangan baru sekitar 16.000 SL, selain pelayanan ke kawasan industri. Sebab, keberadaan sejumlah kawasan industri di Kabupaten Bekasi adalah peluang besar bagi perusahaan BUMD ini," katanya.

Dirinya juga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan penyertaan modal guna mempercepat pemasangan pipa jaringan baru yang membutuhkan biaya relatif besar, demi mewujudkan peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

"Selain mengharapkan penyertaan modal pemerintah daerah, kerja sama investasi dengan pihak lain dapat dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan. Dengan demikian, cakupan layanan air bersih dapat lebih tersebar," kata dia.

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.