IHSG Hari Ini Loyo: Minim Sentimen, Profit Taking Dominan
Senin, 12 Jan 2026, 17:20 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring aksi profit taking investor setelah reli sebelumnya, di tengah minimnya katalis baru yang mampu mendorong sentimen pasar.
Ketiadaan faktor pendorong baik dari dalam maupun luar negeri membuat pelaku pasar cenderung bersikap wait and see.
Kondisi ini mencerminkan konsolidasi pasar, di mana pergerakan indeks lebih dipengaruhi penyesuaian teknikal ketimbang perubahan fundamental.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (12/1) sore, ditutup melemah 52,03 atau 0,58 persen ke posisi 8.884,71 seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar di tengah minimnya katalis baru.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,43 poin atau 0,17 persen ke posisi 866,55.
âPelemahan IHSG di akhir sesi lebih dipengaruhi oleh aksi profit taking yang agresif setelah indeks menyentuh area psikologis penting (9.000),â ujar Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa saat dihubungi di Jakarta.
Di tengah minimnya katalis baru, Reydi mengatakan pelaku pasar cenderung mengambil sikap defensif, terutama menjelang ketidakpastian arah pasar global dan kehati-hatian terhadap pergerakan lanjutan suku bunga global.
Dari sisi sektoral, Ia melanjutkan bahwa tekanan terbesar datang dari saham-saham berisiko tinggi dan bersifat spekulatif, khususnya di sektor energi dan pertambangan, yang terkoreksi cukup dalam.
"Koreksi pada saham-saham ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pelemahan IHSG secara keseluruhan," ujar Reydi
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,81 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 2,54 persen dan 2,26 persen.
Sedangkan, lima sektor melemah yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 0,94 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor keuangan yang turun masing-masing sebesar 0,81 persen dan 0,64 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MSKY, DKHH, KPIG, APLN dan SOCI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HILL, NRCA, IRSX, DOOH dan PBSA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 5.072.603 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 74,40 miliar lembar saham senilai Rp40,10 triliun. Sebanyak 279 saham naik, 435 saham menurun, dan 97 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Hang Seng menguat 376,69 poin atau 1,44 persen ke 26.608,48, indeks Shanghai menguat 44,85 poin atau 1,09 persen ke 4.165,29, dan indeks Strait Times menguat 22,11 poin atau 0,47 persen ke 4.766,77.
Sementara itu, indeks Nikkei (Jepang) libur memperingati hari libur nasional negara tersebut.
- BEI
- Ihsg hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Lomba Jong Race Bintan Nggak Cuma Diikuti Wisatawan Lokal, Turis Mancanegara Juga Ikut Nimbrung
-
Jurnalis Amerika Shelly Kittleson Diculik Kelompok Bersenjata di Tengah KeramaianIrak
-
Mangrove Desa Sugian Jadi Perhatian, Warga Lombok Timur Diminta Ikut Menjaga
-
Warga Jabodetabek Padati KRL untuk Silaturahmi Rayakan Lebaran
-
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danskadron Udara 11
-
Rahasia Efisiensi Armada: Bagaimana MPMRent Pertahankan Tingkat Utilisasi di Tengah Dinamika Pasar
-
Kendaraan dari Barat Masuk Gerbang Kalikangkung Semarang Relatif Padat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.