Madura United Ceroboh Sampai Terkena 2 Kartu Merah yang Menguntungkan PSIM
Minggu, 11 Jan 2026, 13:18 WIBYOGYAKARTA â Saat laga antara Madura United dan PSIM Yogyakarta, tuan rumah terkena dua kartu merah karena pemainnya yang kasar. Menurut pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menyebut kondisi ini menguntungkan PSIM. PSIM diuntungkan oleh dua kartu merah yang didapat pemain Madura United dalam duel pekan terakhir paruh pertama BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Sabtu.
âSaya pikir kartu merah sangat memengaruhi jalannya pertandingan. PSIM mendapatkan keuntungan dari dua kartu merah Madura tadi,â ujar Van Gastel, dikutip dari laman resmi PSIM, Minggu. Nurdiansyah (45+1') melakukan pelanggaran keras kepada Pulga Vidal pada akhir babak pertama yang membuat dia terkena kartu merah.
Unggul jumlah pemain membuat PSIM mengawali babak kedua dengan sangat baik, dengan mencetak tiga gol dalam waktu tujuh menit melalui Fahreza Sudin (56', 63') dan Franco Ramos Mingo (58').
Kedua tim lalu bermain dengan 10 pemain setelah Ramos Mingo (73') juga mendapatkan kartu merah. Kendati demikian, Madura tak mampu berbuat banyak. Mereka malah bermain dengan sembilan pemain setelah kiper Miswar Saputra (90+2') diusir wasit karena kartu merah. Kemenangan tiga gol Laskar Mataram pun bertahan hingga akhir pertandingan.
Dari sisi pemain, Fahreza Sudin yang mencetak dua gol mengakui kemenangan ini berkat kerja keras seluruh pemain. âDari sisi pemain, kami bekerja keras. Alhamdulillah kami bisa mengambil tiga poin dari kesalahan Madura karena kartu merah,â ungkap dia.
âPerasaan saya bahagia sekali. Pelatih sudah memberikan kepercayaan kepada saya untuk bermain dan saya bisa mencetak gol buat tim. Tidak ada kunci khusus, bersyukur saja,â tambah dia. Kemenangan ini membawa PSIM ke posisi keenam dengan 30 poin, mengambil alih posisi yang sempat ditempati Persebaya Surabaya karena menang dari Malut United dengan skor 2-1.
Dua pekan lagi, dua tim yang berebut peringkat keenam ini akan bertemu pada Minggu (25/1) pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung Bantul.
Menang 3-0
Sebelumnya, PSIM Yogyakarta menaklukkan Madura United FC dengan skor akhir 3-0 pada laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu malam. Gol tim tamu dicetak oleh Fahreza Sudin pada menit ke-56 dan ke-63, serta Franco Ramos Mingo pada menit ke-58.
Sejak babak pertama, tim tuan rumah menerapkan pola permainan menyerang. Klub berjuluk Laskar Sape Kerrap ini beberapa kali menciptakan peluang, akan tetapi tidak bisa dikonversi menjadi gol.
Memasuki menit ke-44 Madura malah membuat kesalahan fatal, saat Nurdiansyah melakukan pelanggaran keras dengan menginjak bagian kaki pemain PSIM Yogyakarta Ezequiel Vidal. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah setelah melibat Video Assistant Referee (VAR) atas insiden itu.
Memasuki babak kedua, PSIM tampil dengan pola permainan agresif. Tekanan demi tekanan terus dilakukan hingga akhirnya tim berhasil mencetak gol pada menit ke-56 oleh Fahreza Sudin diikuti gol kedua pada menit ke-58 oleh Franco Ramos Mingo. Lima menit kemudian, Fahreza Sudin kembali menambah gol, sehingga skor berubah menjadi 3-0 untuk PSIM Yogyakarta.
Madura yang tertinggal tiga gol berupaya menyamakan kedudukan dengan menggencarkan serangan. Namun dengan hanya 10 pemain, tim tuan rumah selalu gagal menembus pertahanan klub berjuluk Laskar Mataram ini.
Madura baru bisa bermain imbang memasuki menit ke-73 setelah Franco Ramos Mingo melakukan pelanggaran serius pada pemain Madura United FC. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah.
Meski bermain imbang, tim tuan rumah tidak bisa mengejar ketertinggalan. Bahkan pada menit ke-90+2, wasit kembali mengeluarkan kartu merah pada penjaga gawang tuan rumah Miswar Saputra dan hingga babak kedua berakhir, skor tidak berubah, yakni 3-0 untuk tim tamu.
"Pada permainan tadi, sebenarnya Madura banyak menciptakan peluang, akan tetapi tidak bisa dikonversi menjadi gol," kata Pelatih Madura United FC Carlos Parreira seusai pertandingan.
Selain itu, sambung dia, pelanggaran yang menyebabkan Madura harus diganjar dengan kartu merah juga menjadi penyebab anak asuhnya kesulitan untuk menembus pertahanan lawan.
"Kita perlu melakukan evaluasi serius terkait keadaan ini, karena meski peluang banyak tercipta, akan tetapi belum bisa dikonversi menjadi gol. Ini tentu tantangan yang perlu diperbaiki," katanya.
Dengan kekalahan ini, Madura United FC kini berada di peringkat ke-13 klasemen sementara BRI Super league 2025-2026 dengan 17 poin, hasil empat kali menang, delapan kali kalah, dan lima kali seri.
Sedangkan PSIM Yogyakarta berada di peringkat keenam dengan meraih 30 poin, hasil delapan kali menang, tiga kali kalah, dan enam kali seri.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Integrasi AI Dorong Evolusi TWS, Samsung Tawarkan Pengalaman Audio Kontekstual
-
Ombudsman Sarankan Bangka Belitung Intensifkan Pasar Murah untuk Tekan Harga Sembako
-
Kuota Mudik Gratis Jambi Ludes Sekejap, Peminat Membludak
-
Jadwal Super League Pekan ke-29: Laga Kandang PSIM Versus Persija Dipindah ke Bali dan Tanpa Penonton
-
Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Siap Hadapi Thailand di Perempat Final BATC 2026
-
Persebaya Digulung 5-1 Borneo FC, Persija Jakarta Lengser dari Posisi Kedua Klasemen
-
Jaga Kestabilan Harga, Bank Jatim Gelar Bazar Sembako Murah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.