- Home
-
- Megapolitan
-
- Gubernur Pramono Tekankan ...
Gubernur Pramono Tekankan Jakarta Rumah Bersama, Toleransi Jadi Modal Menuju Kota Global
Minggu, 11 Jan 2026, 15:15 WIBJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno menegaskan bahwa toleransi dan inklusivitas menjadi fondasi utama dalam membangun Jakarta sebagai kota global yang ramah bagi semua warga. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan kebersamaan lintas umat beragama di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1).
Acara tersebut dihadiri ribuan warga dari berbagai latar belakang agama dan etnis, serta sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar. Kehadiran pimpinan daerah dan pemerintah pusat dinilai menjadi simbol kuat komitmen negara dalam merawat keberagaman di ibu kota.
Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan bahwa Jakarta tidak hanya dibangun melalui infrastruktur fisik, tetapi juga melalui kekuatan sosial yang bersumber dari rasa saling menghormati. Menurutnya, keberagaman bukan tantangan, melainkan energi utama untuk membawa Jakarta bersaing di tingkat global.
Pramono menilai suasana kebersamaan yang tercipta menunjukkan bahwa masyarakat Jakarta memiliki modal sosial yang sangat kuat. Ia menyebut, harmoni antarwarga menjadi bukti bahwa perbedaan keyakinan dan budaya dapat berjalan seiring dalam kehidupan perkotaan yang dinamis.
"Kota ini berdiri di atas keberagaman, dan tugas pemerintah adalah memastikan setiap warga merasa aman, dihargai, serta memiliki ruang yang setara," ujar Pramono.
Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta berkomitmen penuh menjaga iklim toleransi sebagai bagian dari pelayanan publik.
Lebih lanjut, Pramono menekankan peran keluarga dan komunitas sebagai fondasi dalam membangun budaya saling menghormati. Nilai-nilai toleransi, empati, dan solidaritas sosial menurutnya tumbuh pertama kali dari lingkungan terdekat sebelum mengakar dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menyebut, keluarga menjadi ruang awal pembelajaran tentang hidup berdampingan di tengah perbedaan. Dari sanalah sikap saling menghargai dapat berkembang dan menjadi karakter kolektif warga Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta, kata Pramono, terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi. Pemerintah daerah memastikan setiap umat beragama dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan nyaman di seluruh wilayah Jakarta.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi lintas lembaga serta dukungan aparat keamanan dan unsur masyarakat. Pramono menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata dalam menjaga ruang hidup yang damai bagi semua.
Wakil Gubernur Rano Karno menambahkan bahwa toleransi bukan sekadar jargon, melainkan praktik sehari-hari yang harus dijaga bersama. Ia menilai keterlibatan warga dalam kegiatan lintas iman menjadi cerminan kedewasaan masyarakat Jakarta dalam menyikapi perbedaan.
Rano menyebut, semangat kebersamaan seperti ini perlu terus dirawat agar Jakarta tidak kehilangan identitasnya sebagai kota yang ramah dan inklusif. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas hubungan sosial warganya.
Selain menjadi ruang silaturahmi lintas iman, kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang melibatkan komunitas beragam. Hal ini menunjukkan bahwa ekspresi budaya dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan di tengah pluralitas.
Antusiasme warga dari berbagai latar belakang agama dan etnis menandai kuatnya semangat kebersamaan di ibu kota. Pemerintah daerah berharap momentum seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi positif dalam kehidupan sosial Jakarta.
Menutup sambutannya, Pramono mengajak seluruh warga menjaga Jakarta sebagai rumah bersama yang aman, adil, dan manusiawi. Ia menegaskan bahwa toleransi dan inklusivitas adalah kunci agar Jakarta tumbuh sebagai kota maju yang berkeadilan.
"Kerukunan adalah kekuatan kita, dan itu harus dirawat setiap hari melalui tindakan nyata," pungkas Pramono.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut menjadi fondasi kuat bagi Jakarta dalam menghadapi tantangan masa depan.
- Toleransi Beragama
- toleransi
- Pemprov DKI Jakarta
- Bertoleransi
- Toleransi Dalam Keberagaman
- Kota Inklusif
- Gubernur DKI Pramono Anung
- Jakarta Kota Global
- Inklusif
- Jakarta Kota Inklusif
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.