- Home
-
- Luar Negeri
-
- Russia Tembakkan Rudal Nuk...
Russia Tembakkan Rudal Nuklir ke Ukraina: Ancaman Serius di Perbatasan NATO
Jumat, 09 Jan 2026, 18:30 WIBJAKARTA - Russia mengonfirmasi telah melancarkan serangan militer besar-besaran ke Ukraina pada malam hari, termasuk penggunaan rudal hipersonik Oreshnik yang memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir. Moskow menyebut serangan ini sebagai aksi balasan atas klaim yang belum terverifikasi terkait dugaan serangan Ukraina terhadap kediaman Presiden Russia Vladimir Putin.
Rudal balistik Oreshnik dilaporkan menghantam wilayah Lviv di Ukraina barat, sebuah kawasan yang berada dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut serangan tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan Eropa secara keseluruhan.
Serangan di Lviv menandai penggunaan tempur kedua yang diketahui dari rudal hipersonik Oreshnik sejak pertama kali digunakan Russia pada November 2024. Saat itu, senjata serupa ditembakkan ke wilayah Dnipro dan menjadi sorotan karena kecepatannya yang ekstrem serta potensi nuklirnya.
Selain Oreshnik, Russia juga meluncurkan puluhan senjata lain dalam operasi tersebut. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan mencakup 13 rudal balistik tambahan, 22 rudal jelajah, serta 242 drone yang menyasar fasilitas energi dan infrastruktur sipil.
"Serangan ini menargetkan pembangkit listrik dan infrastruktur penting yang menopang kehidupan warga sipil," ujar Zelenskyy dalam unggahan di media sosial.
Ia menegaskan bahwa eskalasi tersebut menunjukkan pola serangan sistematis terhadap ketahanan energi Ukraina.
Kementerian Pertahanan Russia menyatakan serangan itu merupakan respons langsung atas dugaan serangan Ukraina terhadap kediaman Putin pada 29 Desember lalu. Namun, Kyiv secara tegas membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai dalih untuk melanjutkan agresi militer.
"Sungguh tidak masuk akal bahwa Russia mencoba membenarkan teror dengan alasan serangan terhadap kediaman Putin yang tidak pernah terjadi," kata Sybiha.
Dampak serangan juga dirasakan oleh fasilitas diplomatik asing di Ukraina. Zelenskyy mengungkapkan bahwa sebuah gedung Kedutaan Besar Qatar mengalami kerusakan akibat serangan drone Russia.
"Dunia membutuhkan reaksi yang jelas dan tegas terhadap tindakan ini,"Â ujar Zelenskyy.
Ia secara khusus menyoroti peran Amerika Serikat, yang menurutnya sinyal politiknya sangat diperhatikan oleh Russia.
Komando Udara Barat Ukraina melaporkan bahwa rudal Oreshnik yang menghantam Lviv melaju dengan kecepatan hampir 13.000 kilometer per jam. Laporan media sosial menyebutkan bahwa rudal tersebut menghantam target hanya beberapa menit setelah sirene peringatan serangan udara berbunyi.
Administrasi militer regional Lviv menyatakan tim spesialis telah melakukan pengujian dan analisis laboratorium di lokasi terdampak. Mereka memastikan tingkat radiasi berada dalam batas normal dan tidak ditemukan zat berbahaya di udara.
Sebagai respons diplomatik, Ukraina mengumumkan akan meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. Kyiv menilai peluncuran rudal berkemampuan nuklir di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO merupakan ujian serius bagi keamanan transatlantik.
"Peluncuran ini adalah ancaman nyata bagi Eropa dan menuntut tanggapan tegas komunitas internasional," tulis Sybiha.
Pada akhir Desember lalu, Russia diketahui telah menempatkan rudal Oreshnik di Belarus dalam status siaga tempur. Penempatan tersebut dilakukan atas permintaan Presiden Belarus Alexander Lukashenko yang mengaku khawatir dengan kehadiran pasukan Polandia dan Lituania di dekat perbatasan negaranya.
Setahun sebelumnya, Presiden Putin menyatakan Russia berencana memproduksi rudal Oreshnik secara massal. Ia menegaskan senjata tersebut akan digunakan untuk melindungi keamanan Russia dan negara-negara sekutunya di tengah meningkatnya ketegangan global.
- rudal
- Ukraina
- Vladimir Putin
- geopolitik
- konflik Russia-Ukraina
- Perang Russia-Ukraina
- Serangan Nuklir
- Gejolak Geopolitik
- Russia
- Konflik Russia - NATO
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
-
Mengenal Sistem Peluru Kendali S-500 Prometey aka Samoderzhets
-
Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk
-
Industri Petrokimia Alami Tekanan, Inaplas Dorong Diversifikasi Bahan Baku untuk Kemandirian
-
Efisiensi Jadi Kunci, Bos PHE Buka-bukaan Strategi Investasi Migas di Tengah Geopolitik Panas
-
Korea Utara Uji Rudal Jelajah Baru
-
Russia Peringatkan Para Diplomat Asing di Kyiv untuk Mengungsi Jelang Perayaan Hari Kemenangan PD II
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.