Rupiah Hari Ini Tertekan Data Pekerjaan AS, Pasar Berpihak ke Dolar
Jumat, 09 Jan 2026, 16:40 WIBJAKARTA â Pelemahan rupiah terjadi seiring menguatnya sentimen eksternal setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat dirilis lebih baik dari perkiraan pasar.
Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa ekonomi AS masih solid, sekaligus membuka ruang bagi kebijakan moneter ketat bertahan lebih lama.
Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS dan memicu pergeseran portofolio investor ke aset berdenominasi dolar, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat (9/1), bergerak melemah 21 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.819 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.798 per dolar AS.
Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra menganggap pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi data-data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan
âRupiah masih melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat setelah data-data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan,â ujarnya di Jakarta.
Challenger, Gray & Christmas melaporkan pemutusan hubungan kerja menurun sebesar 8,3 persen year on year (yoy) pada Desember 2025 menjadi 35.553, level terendah sejak Juli 2024.
Sementara itu, US Initial Jobless Claims untuk pekan yang berakhir 3 Januari 2025 naik menjadi 208 ribu dari 200 ribu pada pekan sebelumnya, tetapi tetap di bawah ekspektasi pasar sebesar 212 ribu.
Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) bulan November 2025 yang menunjukkan lowongan pekerjaan menurun menjadi 7,14 juta, turun dari 7,44 juta dibandingkan Oktober.
Perubahan Ketenagakerjaan Automatic Data Processing (ADP) juga menunjukkan penggajian swasta meningkat sebesar 41 ribu pada bulan Desember, kurang dari perkiraan sebesar 47 ribu, tetapi menandai peningkatan yang jelas dari kehilangan pekerjaan sebesar 29 ribu pada bulan November.
âPelemahan rupiah ini sebelumnya juga mendapatkan dorongan dari persoalan bencana (Sumatera) dan stimulus fiskal serta moneter yang belum mengangkat pertumbuhan ekonomi Indonesia,â ujar Aris.
Di samping itu, pelemahan rupiah tertahan laporan Bank Indonesia (BI) terkait keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi yang tetap kuat pada Desember 2025, sebagaimana terindikasi dalam hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.
Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 yang berada pada level optimis atau indeks lebih dari 100, yakni sebesar 123,5.
âKalau lihat bulannya adalah Desember, indeks kepercayaan konsumen lebih baik karena peningkatan konsumsi jelang akhir tahun,â kata dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.834 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.801 per dolar AS.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Liga Inggris: Manchester United Selangkah Lagi Lolos ke Liga Champions Usai Tumbangkan Brentford
-
Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, Konflik AS–Iran Kembali Guncang Pasar Keuangan Global
-
Mengenang Zulmansyah Sekedang, Sosok Total dan Berdedikasi
-
Singapura Tolak Pengenaan Tarif Bagi Kapal yang Melintasi Selat Malaka
-
Pemprov DKI Jalin Kolaborasi dengan Investor Bangun Ekosistem "Charging" Bus Listrik di Lahan Pemda
-
Trump Nilai Iran Sengaja Ulur Waktu Perundingan
-
Pemprov Papua Tengah Usulkan 70 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) ke Kementerian ESDM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.