PSEL: Solusi Pintar atau Sekadar Mimpi? Wamen PU Klaim Tumpukan Sampah TPA Bisa Lenyap Jadi Energi
Jumat, 09 Jan 2026, 16:25 WIBJAKARTA â Wamen PU Diana Kusumastuti menegaskan transisi menuju Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) bukan lagi sekadar inovasi, melainkan solusi darurat untuk memperpanjang usia pakai TPA di seluruh Indonesia yang kian kritis.
Mengubah tumpukan residu menjadi sumber daya energi, bukan hanya memangkas volume sampah secara drastis, melainkan juga mengubah beban lingkungan menjadi aset ekonomi rendah karbon.
PSEL adalah kunci untuk memutus ketergantungan kita pada perluasan lahan TPA yang semakin terbatas dan mahal.
"PSEL merupakan infrastruktur yang diharapkan dapat mengurangi beban timbunan sampah di TPA sampah," ujar Diana di Jakarta, Jumat (9/1).
Ia mengatakan sejumlah kondisi TPA sampah yang saat ini kelebihan beban atau overload merupakan bentuk akumulasi dari masih belum optimalnya upaya pengurangan serta pemilahan dan pengolahan sampah di sumber, komunal atau kawasan, sehingga seluruh sampah saat ini secara dominan masih berakhir ditimbun di TPA sampah.
"TPA sampah tetap diperlukan, sebagai satu bagian rangkaian yang tidak terpisahkan dalam sistem pengelolaan sampah secara utuh, yang harus diawali dengan upaya pencegahan sampah, pengurangan sampah, dan pengolahan sampah, sehingga beban dari TPA sampah akan turun, kebutuhan luas lahan TPA sampah mengecil, dan beban pencemaran dari TPA sampah juga akan berkurang," katanya.
Diana mengatakan Kementerian PU berkoordinasi dengan Danantara, kementerian atau lembaga negara lain, serta pemerintah daerah, dalam dukungan infrastruktur yang mendukung kinerja teknik PSEL.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pemerintah segera memulai pembangunan proyek "Waste to Energy" atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang akan diluncurkan di 34 titik.
Prasetyo menjelaskan proyek PSEL merupakan bagian dari program hilirisasi yang akan dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada bulan Januari hingga Maret mendatang.
"Berkenaan dengan (proyek) Waste to Energy yang akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik, yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari, ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah," katanya.
Ia mengatakan proyek PSEL segera diluncurkan karena volume timbunan sampah harian mencapai rata-rata 1.000 ton per hari.
Oleh karenanya, pembangunan PSEL diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus menekan risiko kesehatan akibat penumpukan sampah.
- TPA Sampah
- Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BRIN Kembangkan Padi Biosalin di Lahan Terdampak Rob
-
Pemprov Jabar Harap Pembangunan PSEL Legok Nangka jadi Solusi Sampah di Bandung Raya, Hasilkan Listrik 40 Megawatt
-
Menjelang HUT Jakarta, Perajin Ondel-Ondel Kebanjiran Pesanan
-
Dampak Gempa Sigi M 6,7: BPBD Catat 787 Rumah Rusak di Lima Kecamatan
-
Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya
-
Kementerian Pariwisata Tindak 1.600 Penginapan Tak Berizin di Platform Online Travel Agent
-
Menteri Pertahanan Ikuti Raker Bersama Komisi I DPR
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.