- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kemlu RI Matangkan Persiap...
Kemlu RI Matangkan Persiapan Jelang Dialog '2+2' dengan Turki di Ankara
Jumat, 09 Jan 2026, 08:45 WIBANKARA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI tengah mematangkan persiapan bersama mitra Turki menjelang pertemuan perdana antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dan Turki dalam format â2+2â di Ankara, Jumat (9/1).
Disampaikan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI Grata Endah Werdaningtyas, persiapan tersebut dilakukan dalam pertemuan final dengan Direktur Jenderal Asia-Pasifik Kemlu Turki Korkut Gungen, dengan didampingi Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama.
âPertemuan kami bertujuan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan matang, termasuk finalisasi program, agenda, dan pengaturan teknis,â kata Endah di Ankara, Kamis waktu setempat.
Endah mengatakan bahwa pertemuan final itu berlangsung lancar dan konstruktif, terlebih dengan keyakinan serta komitmen bersama dari kedua belah pihak Indonesia dan Turki agar pertemuan bersejarah tersebut berjalan sukses dan bermanfaat bagi penguatan hubungan antara kedua negara.
âPertemuan tersebut mencerminkan semangat kedua pihak untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Turki, khususnya di sektor-sektor prioritas dan kerja sama pertahanan,â kata Dirjen Amerika dan Eropa Kemlu RI itu.
Sebelumnya, Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyampaikan bahwa pertemuan â2+2â tersebut merupakan tindak lanjut dari âHigh Level Strategic Cooperation Councilâ antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
"Pokok-pokok pembahasan pertemuan 2+2 nantinya ini merupakan kerja sama strategis bilateral di bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan juga energi," kata Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Menurut Yvonne, dalam pertemuan tersebut, kedua pihak akan membahas kerja sama industri pertahanan dan isu regional lainnya yang mencakup Eropa, Asia Tenggara, dan Pasifik. Mereka juga akan membahas pengembangan koordinasi dan kerja sama multilateral, serta isu Palestina.
Selain dengan Turki, Indonesia hanya memiliki mekanisme â2+2â di tingkat menteri luar negeri dan menteri pertahanan dengan Australia, Jepang, China, dan Prancis, kata dia, menambahkan.
Lebih lanjut, Yvonne mengungkapkan bahwa setelah merampungkan pertemuan â2+2â di Ankara, Menlu RI Sugiono dijadwalkan bertemu dengan Presiden Erdogan di Istanbul, Sabtu (10/1).
Saat bertemu Erdogan, kata dia, Menlu Sugiono akan menyampaikan undangan resmi Presiden RI kepada Presiden Turki untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) organisasi D8 yang akan digelar oleh Indonesia sebagai pemegang keketuaan organisasi itu, pada April tahun ini.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bukan Balapan Biasa! 150 Motor Pelajar Jambi Diamankan Polisi, Ada Senjata Tajam
-
KKP Bangun Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Sampang, Dorong Kesejahteraan Nelayan dan Ekonomi Pesisir
-
Cegah Karhutla, BTN Bunaken Tutup Pendakian Gunung Manado Tua
-
Abu Vulkanik Gunung Sinabung Selimuti Kota Berastagi, Aktivitas Masyarakat dan Proses Belajar Mengajar Terganggu
-
SIM Keliling Hari Minggu Hanya Ada di Dua Lokasi, Buka Sampai Pukul 12.00
-
Saudi Tuding Houthi Targetkan Mekkah, Kemlu RI Imbau WNI Waspada
-
Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Bangka Tengah Soroti WTP dan TPP ASN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.